Bakmie Ayam Bangka Homemade Sudah dua hari ini si bayik kesayangan minta dibuatkan mie warna pink, gara-gara dia melihat buku resep kumpulan...selengkapnya Nana Lukita Sari Nana Lukita Sari Makassar Bahan-bahan 2 porsi Bahan ayam kecap: 150 gr daging ayam (potong dadu) 3 butir bawang putih (haluskan) 1/2 ruas jahe (ulek halus bersama bawang putih) 100 gr jamur merang (saya tidak pakai) 1 sdm minyak wijen 2 sdm saus tiram 2 sdm kecap manis 2 sdm kecap asin (saya tidak punya maka saya ganti 1 sdt garam) 1 sdt lada halus 150 ml air Minyak ayam: 200 ml minyak goreng bersih 100 gr kulit ayam 15 gr bawang putih (kehabisan saya 1 sdm penuh garlic powder) 10 gr bawang merah (rajang) 10 gr ketumbar (ulek halus, boleh bubuk) 1 buah kemiri (ulek bersama ketumbar) 1/2 sdt lada halus atau merica yg dihaluskan Kaldu ayam: Lihat resep saya : 67.2019.Bubur Ayam Lezat Mie ayam homemade: 200 gr tepung protein tinggi 75 ml jus bit Langkah Persiapkan bahan membuat ayam kecap. Tumis terlebih dahulu bawang putih yang dihaluskan, setelah wangi masukkan ayam. 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 1 foto Aduk-aduk sampai berubah warna. Masukkan semua bumbu lainnya, aduk sebentar, lalu terakhir air. Aduk sambil koreksi rasa. 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 2 foto 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 2 foto 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 2 foto Angkat dan sisihkan. 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 3 foto Cara membuat minyak ayam. Persiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan. Setelah semua bumbu dihaluskan dan bawang putih, merah dirajang, maka tumis terlebih dahulu bawang putih, menyusul bawang merah. Masukkan semua bumbu lainnya. Lalu tuang kulit ayam, aduk rata. 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 5 foto 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 5 foto 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 5 foto Terakhir tuang sisa minyak. Goreng sampai kulit kering (namun tidak gosong). 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 6 foto 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 6 foto 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 6 foto Cara membuat mie Homemade Pakai jus buah bit: Saya gunakan 1 buah bit setara 60 gr, potong-potong kecil dan blender dengan 100 ml air. Hasilnya saya saring, saya ambil 75 ml. Jadi total setelah saring saya dapat 150 ml, lumayan sisanya bisa bikin mie lagi kalau si bayik minta dibikinkan kembali😀. Lalu saya pakai mie mesin otomatis untuk membuat mie Homemade. Kl pakai alat mie manual saya jg kurang paham, bisa Googling dulu, namun takaran yang saya pakai ini pas utk membuat mie homemade. Ini hasil setelah keluar dari alat & setelah direbus. 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 8 foto 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 8 foto 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 8 foto Setelah itu tinggal 'plating: deh. Untuk satu porsi itu 150 gr mie rebus, 1 sdm minyak ayam, 1/2 sdt lada halus dan1/2 sdt kecap asin (sy garam karena tidak ada kecap asin). Siram dengan kuah kaldu hangat atau disajikan terpisah. Terakhir taburi daun bawang. Sajikan. Alhamdulillah enak pakai bangettt, bisa makan bakmie enak ala resto di rumah dan si bayik kesayangan pun menghabiskan 3/4 porsi😀. 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 9 foto 02.2020.Bakmie Ayam Bangka Homemade langkah memasak 9 foto Selamat mencoba moms😊.
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...
Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi, makna, dan nilai budaya Identitas Ritual Sekaten adalah rangkaian upacara tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) [S1][S3]. Ritual ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 5 Rabi'ul Awal (Mulud dalam kalender Jawa) dan berakhir pada tanggal 12 Rabi'ul Awal dengan upacara penutup bernama Garebeg Mulud [S3]. Nama "Sekaten" sendiri berasal dari adaptasi istilah Arab syahadatain , yang merujuk pada dua persaksian (syahadat) dalam Islam [S1]. Komunitas pelaksana Sekaten adalah institusi keraton sebagai pusat ritual, dengan melibatkan masyarakat luas dalam prosesi dan perayaan [S2]. Lokasi utama penyelenggaraan adalah Yogyakarta, meskipun tradisi serupa juga dilaksanakan di Surakarta [S1]. Upacara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan laku budaya-religius...
Tenun NTT: Simbol Status, Identitas, dan Kisah Leluhur Identitas dan Asal-Usul Tradisi tenun yang paling populer di Indonesia merujuk pada Tenun Ikat , khususnya varian yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Popularitas ini tidak terlepas dari keunikan teknik, motif, dan makna filosofisnya yang kuat dalam budaya masyarakat setempat [S1]. Tenun ikat di NTT merupakan warisan budaya yang bertahan hingga kini, diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian integral dari identitas komunitas [S2]. Secara geografis, sentra tenun ikat NTT tersebar di berbagai pulau, dengan Pulau Sumba dikenal sebagai salah satu pusat tradisi ini yang paling kuat. Di Sumba, pembuatan kain tenun ikat tradisional masih lestari, dengan kampung-kampung seperti Kanatang dan desa-desa di wilayah Sumba Timur menjadi lokasi perajin aktif [S3]. Proses pembuatannya sangat mengikat dengan sejarah dan kehidupan masyarakat, di mana kain tenun bukan sekadar produk ekonomi tetapi juga warisan leluhur yang...