Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita rakyat Nusa Tenggara Barat Sumbawa
AI MANGKUNG
- 21 Februari 2021

Berawal dari sebuah desa yang tenteram dan damai bernama Jompang. Letaknya disebuah bukit dekat Olat Pamanto Asu Sumbawa NTB. Didesa itu memerintah seorang Datu yang dikenal dengan sebutan Datu Palowe. Datu mempunyai dua orang anak terdiri dari seorang putra bernama Lalu Manru dan seorang putri bernama Lala Sri Menanti . Putri Datu Palowe ini terkenal berparas cantik dan rupawan sehingga banyak orang tertarik dibuatnya. Lala Sri Menanti merupakan satu – satunya anak kesayangan Datu Palowe. Demi anak semata wayang itu, segala kemauan dan keinginan anaknya selalu dituruti oleh Datu palowe. Mulai dari bermacam – macam yang dikenakan Lala, sampai kepada berbagai perhiasan indah – indah.

Suatu ketika Lala ingin makan udang. Maka diperintahkan Bapak Bangkel dan Ina Bangkel dan beberapa orang lainnya pergi nempas . Mereka menempas kali yang ada disekitar Desa Jompang. Tidak ketinggalan Lala juga ikut serta.

Sambil menunggu udang hasil tangkapan, Lala duduk di atas sebuah batu besar menyaksikan orang yang sedang nempas bersamaan dengan itu tanpa sepengetahuan mereka datang pula empat orang dari Desa Tarusa untuk menebang dan mengambil bambu yang banyak tumbuh di sekitar Olat Pamanto Asu. Masing – masing mereka membawa seekor kuda untuk mengangkut. Dari kejauhan mereka melihat sesuatu yang menarik di dalam kali dan wajah mereka terpana ketika melihat Lala yang sedang duduk di atas batu. Mereka sangat tertarik terhadap wajah yang sangat cantik dan rupawan. Akan tetapi mereka lebih tertarik dengan berbagai corak perhiasan yang dikenakan Lala. Biar bagaimanapun mereka tentu tahu siapa Lala Sri Menanti sebenaranya sebagai Putri Datu Palowe yang sangat kesohor dan namanya terkenal kemana- mana. Sedangkan mereka hanyalah rakyat biasa.

Mereka mencari cara untuk mendapatkan perhiasan itu. Sambil mengendap – endap dari balik rimbunan semak belukar mereka mendekat ke tempat duduk Lala. Manusia yang telah dihinggapi niat jahat dan bejat itu, kemudian dengan seketika mereka menyergap tubuh Lala. Salah seorang diantara mereka menyumbat mulut Lala agar tidak bersuara. Dan selanjutnya dengan paksa merampas segala perhiasan yang dikenakan Lala, terutama perhiasan yang ada di lengannya. Lala Sri Menanti meronta – ronta berusaha untuk melepaskan diri. Berkalli – kali lengan Lala yapukal . Akan tetapi selalu saja gagal. Tetapi dasar orang yang telah dirasuki niat jahat dan bejat mereka pantang surut. Mereka terus berusaha merampas perhiasan Lala. Salah seorang diantara mereka yang bernama Ua Nyaka dengan mencabut parang yang diikatkan di pinggangnya memotong tangan Lala. Dengan satu kali tebasan saja lengan Lala yang halus mulus itu sudah buntung. Lala Sri Menanti tidak sempat menjerit. Putri malang itu telah menemui ajalnya sebelum parang mengenai tubuhnya.

Setelah berhasil merampas perhiasan dan membunuh Lala, mereka para pembunuh itu terus berlalu. Lengan Lala yang terpotong dibuang ke dalam kali. Perhiasan yang berhasil dirampas dibawa pulang oleh empat orang itu ke Desa Tarusa. Sempat pula mereka membawa bakesnya .

Sementara itu Ina Bangkel dan Bapak Bangkel serta temannya sedang asyik bekerja sehingga tidak sempat mendengar dan melilhat kejadian yang begitu mengenaskan itu. Peristiwa itu begitu cepat terjadi. Dan ketika mereka menoleh ke tempat duduk Lala, dilihatnya tubuh itu telah tak bernyawa lagi.

Konon, lengan Lala yang terpotong itu menjelma menjadi seeokr ikan tuna yang buntung. Dan tempat tuna itu menjadi sebuah perigi yang airnya jernih bening. Di dalamnya terdapat batu marmer. Tepat di hulu sungai Desa Juru Mapin. Di dekatnya terdapat lorong mirip gua. Orang – orang yang datang bayar nasar dapat masuk kelorong itu. Tetapi sekarang karena perubahan alam, lorong itu telah agak tertutup oleh pasir dan kerikil, sehingga orang tidak lagi leluasa masuk ke dalamnya. Dan di bagian atas bukit terdapat sebuah batu berbentuk dipan berukir. Di dekatnya terdapat batu batu lain yang mirip peti dan kursi. Konon itu adalah bekas tempat tinggalnya Datu Palowe dahulu, yang sehingga sekarang dapat ditelusuri kebenarannya.

Menurut kepercayaan orang – orang di sana, Rowe dari orang yang mengambil perhiasan Lala Sri Menanti waktu itu dari Desa Tarusa, tidak dibolehkan minum air kali itu. Jika diminum juga air itu terasa sepat, dan menimbulkan penyakit. Air kali itu disebut Ai Mangkung. Terkadang pada musim kemarau orang dari Desa Jurumapin, Desa Kalabeso, maupun Desa Tarusa selalu datang ke Ai Mangkung untuk bayar Nasar. Orang yang datang bayar nasar dapat melewati gua itu. Terkadang dilihatnya ikan tuna yang buntung sedanng meloyong didalam air. Sedang mulut ikan tuna itu merah delima seperti bibir seorang gadis.

Glosari :

  1. Ai Mangkung. Ai = Air Mangkung adalah nama kali
  2. Olat Pamanto Asu Olat = Gunung Pamanto Asu adalah nama gunung
  3. Datu Palowe, Datu / Dea adalah gelar penguasa wilayah, mirip Sultan Palowe adalah nama tempat.
  4. Datu adalah gelar / sebutan untuk putra
  5. Bapak Bangkel dan Ina Bangkel adalah pasangan suami istri yang tidak mempunyai keturunan / anak.
  6. Nempas, pekerjaan mengalihkan aliran sungai / kali ketempat lain dengan tujuan untuk mengangkap ikan.
  7. Yapukal berarti meluntur tangan / lengan orang lain
  8. Rakes adalah sejenis ikat pinggang khas Sumbawa yang ditempeli aneka perihiasan.
  9. Tuna sejenis ikan air tawar yang mirip belut.
  10. Bayar Nasar berarti memenuhi / membayar hayat.
  11. Rowe berarti keturunan.
  12. Meloyong artinya meluncur di dalam air.

Sumber : https://www.tulismenulis.com/cerita-rakyat-sumbawa/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah