Makanan Minuman
Makanan Minuman
Minuman Jawa Timur Jawa Timur
Wedang Jahe
- 29 Agustus 2017
Yo Balik  lagi….  kali ini kita masih membahas tentang minuman.
 
Wedang Jahe
Wedang jahe adalah minuman tradisional yang khas berasal dari pulau Jawa berlokasi di daerah Jawa Timur dan juga Jawa Tengah. Wedang dalam bahasa jawa berarti minuman hangat, dengan demikian dapat diartikan bahwa wedang jahe adalah minuman hangat berbahan dasar jahe. Orang luar negeri menyebutkan minuman ini dengan istilah ginger tea walau pun pada kenyataannya jahe tidak sedikitpun mangandung tannin. Minuman ini memiliki rasa yang sangat nikmat dan juga khas terlebih lagi minuman penghangat ini ternyata memiliki khasiat-khasiat yang baik untuk tubuh. Berikut adalah khasiat dan manfaat dari minuman ini.
 
 Wedang Jahe… merupakan minuman yang dibuat dari jahe dan disajikan dalam keadaan hangat dengan aroma jahenya yang khas. Minuman jahe yang beraroma rempah ini sangat cocok bila dihidangkan saat cuaca dingin, berkat  senyawa keton bernama zingeron yang dikandungnya membuat tubuh kita akan terasa lebih hangat ketika meminumnya. Dikarenakan senyawa inilah yang menimbulkan rasa pedas pada jahe tersebut.
 
Informasi tambahan :
 
Sebagai Minuman Pendamping Diet yang Sehat 
 
Oleh para ahli nutrisi, bahan dasar minuman ini dimasukkan ke dalam 10 komponen makanan dengan daya hancur lemak yang sangat kuat. Oleh karena itu, mengkonsumsi jahe secara rutin dapat mengurangi lemak di dalam tubuh. Pilihan untuk meminum minuman ini sebagai sahabat saat berdiet sangat lah tepat. Selain itu, sudah sejak dulu bahan dasar minuman ini dikenal mampu merangsang metabolisme di dalam tubuh serta dapat melebarkan pembuluh darah. Semua efek ini sangatlah bermanfaat untuk mempercepat proses penurunan berat badan seseorang.
 
Manfaat lainnya dari minuman ini adalah untuk mengusir penyakit pilek yang membandel. Jika ingin mengoptimalkan khasiatnya anda dapat menambahkan jeruk nipis ke dalam minuman ini. Selain untuk mengusir pilek, jahe juga cocok dijadikan minuman untuk menghangatkan badan. Jadi jangan merasa ragu untuk meminum wedang jahe, minuman ini memiliki manfaat yang sensasional meskipun termasuk minuman tradisional.
 
 
Resep : 
Bahan Wedang Jahe 
•1 cup / 200 gr gula merah, sisir
•2000 ml air bersih
•500 gr jahe, bakar sampai layu dan memarkan
•2 lbr daun pandan, simpulkan
•1/4 sdt garam
•2 btg serai, digeprek
 
Cara membuat wedang jahe :
1.Rebus air sampai mendidih, kecilkan api kemudian masukkan jahe, serai, daun pandan, dan garam. diamkan beberapa saat.
2.Setelah itu tambahkan gula merah. Aduk hingga rata.
3.Didihkan terus hingga semua bahan larut dan warna airnya berubah kekuning- kuningan.
4.Jika sudah mengeluarkan bau khasnya, angkat dan saring ampasnya.
5.Tuang dalam gelas cantik, sajikan wadang jahe selagi hangat.
 
Sumber :
http://www.konsultankolesterol.com/wedang-jahe.html
 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker