Seni Pertunjukan
Seni Pertunjukan
Hiburan Jawa Tengah Surakarta
Wayang Madya
- 4 Desember 2014

Wayang madya adalah Wayang kulit yang diciptakan oleh Mangkunegara IV sebagai penyambung cerita Wayang Purwadengan Wayang Gedog. Cerita Wayang madya merupakan peralihan cerita Purwa ke cerita Panji. Salah satu cerita Wayang Madya yang terkenal adalah cerita Anglingdarma. Wayang madya tidak sempat berkembang di luar lingkungan Pura Mangkunegaran.

Cerita Wayang madya menceritakan sejak wafatnya Prabu Yudayana sampai Prabu Jayalengkara naik tahta. Cerita Wayang Madya ditulis oleh R.Ngabehi Tandakusuma dengan judul Pakem Ringgit Madya yang terdiri dari lima jilid, dan tiap jilid berisi 20 cerita atau lakon.

Tokoh dalam Wayang madya

  • Anglingdarma
  • Batik Madrim
  • Anglingkusuma
  • Gandakusuma
  • Merusupadma
  • Wil Maricikunda

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Museum Passport jadi cara baru buat menikmati museum yang gak biasa bagi Gen Z
Alat Musik Alat Musik
Aceh

Museum Passport jadi cara baru buat menikmati museum yang gak biasa bagi Gen Z Identitas dan Asal-Usul Museum Passport merupakan sebuah inisiatif strategis yang diluncurkan oleh Museum dan Cagar Budaya (MCB) bertepatan dengan peringatan Hari Museum Internasional pada tahun 2026 [S1]. Program ini dirancang sebagai metode baru bagi publik, khususnya generasi muda atau Gen Z, untuk berinteraksi dengan koleksi museum di Indonesia melalui sistem pengumpulan stempel [S1]. Aktivasi ini secara resmi dapat diakses oleh masyarakat mulai tanggal 16 Juli 2026 di 18 museum yang berada di bawah naungan MCB [S1]. Tujuan utama dari peluncuran program ini adalah untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pelestarian budaya serta mendorong minat generasi muda agar lebih aktif mengunjungi museum [S1]. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa Museum Passport berfungsi sebagai instrumen untuk menggerakkan keterlibatan generasi muda dalam ekosistem museum di Indonesia [S1]. Inisiatif ini m...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pempek merupakan kuliner khas Palembang yang berbahan dasar daging ikan dan sagu
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Selatan

Pempek merupakan kuliner khas Palembang yang berbahan dasar daging ikan dan sagu Identitas Kuliner Pempek merupakan produk kuliner tradisional yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, dengan komposisi utama berupa daging ikan dan tepung sagu [S1]. Makanan ini telah berkembang menjadi warisan budaya kuliner yang merepresentasikan identitas masyarakat setempat serta dikenal luas hingga ke mancanegara [S1], [S2]. Secara terminologi, penelusuran asal-usul pempek merujuk pada upaya memahami pangkal permulaan atau wujud semula dari objek budaya tersebut dalam konteks sejarah masyarakat [S3]. Secara historis, kemunculan pempek diyakini berakar pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, tepatnya sekitar abad ke-16. Perkembangan kuliner ini tidak terlepas dari proses akulturasi budaya yang melibatkan interaksi antara masyarakat lokal dengan pendatang dari Tionghoa yang menetap dan berdagang di wilayah Palembang [S1], [S2]. Narasi sejarah mencatat bahwa pemanfaatan ikan sebagai baha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Wastra Indonesia merujuk pada kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia
Motif Kain Motif Kain
Bali

Wastra Indonesia merujuk pada kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain Gringsing merupakan salah satu jenis wastra tradisional Indonesia yang dikategorikan sebagai kain tenun langka [S3], [S4]. Dalam khazanah budaya nusantara, wastra merujuk pada kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah dengan nilai filosofis serta simbolik yang merepresentasikan dimensi budaya masyarakat setempat [S1]. Kain Gringsing secara spesifik diakui sebagai salah satu contoh wastra yang dikenal luas di Indonesia di samping jenis kain tradisional lainnya seperti batik, songket, dan ulos [S1]. Secara geografis, kain ini berasal dari Desa Tenganan Pegringsingan, sebuah desa tradisional yang terletak di wilayah Bali Timur [S3], [S6]. Keberadaan kain ini sangat lekat dengan identitas masyarakat Bali Aga, yakni kelompok masyarakat asli Bali yang mempertahankan tradisi leluhur secara turun-temurun [S4], [S6]. Sebagai warisan budaya, kain tenun Pegrin...

avatar
Kianasarayu