Kue Ipau belakangan mulai populer dengan sebutan pizza banjar, khas ada di Kalimantan Selatan. Memang dari sisi bahan baku yang digunakan ada banyak perbedaan, namun ada kesamaan kue ipau dan pizza modern, yakni aneka bahan baku yang dicampur menjadi kudapan lezat. Kesannya memang maksa banget, tapi boleh dong mimin sedikit mempolesnya biar kuliner khas Banjar ini bisa populer sepopuler pizza.
Menelusuri asal mula yang mempopulerkan kue Ipau sangat tidak mudah. Beberapa pembuat kue yang mimin temui mengaku tak tahu siapa yang mempopulerkan kuliner ini pada awalnya. Namun yang pasti, kue Ipau adalah kue khas Arab yang umumnya hanya ada pada saat bulan puasa ramadan saja. Tak heran, kue ini juga sering disebut kue khas ramadan.
Keberadaan orang-orang Arab yang tinggal di Kota Banjarmasin disinyalir menjadi asal-muasal kuliner pizzanya orang Banjar ini ada. Tak bisa ditampik memang, keberadaan orang Timur Tengah di tanah Banjar sedikit banyak memberi pengaruh terhadap budaya maupun kuliner yang ada di Banjar, Kalimantan Selatan.
Soal rasa, jangan ditanya. Tumpukan lempeng terigu dengan toping sayuran, daging sapi cincang dan santan kental ini dijamin mampu memberikan sensasi rasa dari dua benua. Perpaduan rasa manis dan gurih pizza banjar ini terbilang sempurna dengan tekstur lembut isian Ipau Pizzanya orang Banjar. Sesekali, tak ada salahnya anda mencoba membuatnya di rumah.
Membuat kulit: Campur semua bahan kulit, aduk rata hingga tidak ada yang menggumpal, jangan terlalu mental atau terlalu encer, bust kulit dengan wajan anti lengket hingga adonan habis
Membuat isi: sambil membuat kulit, kita bisa membuat isian. Tumis bawang putih, masukkan udang, wortel, jagung, kentang, aduk rata, masukkan susu bubuk dan penyedap, aduk rata, tutup, masa dengan api kecil, setelah matang angkat, sisihkan
Untuk saos: santan, air, maizena, garam masak dengan api kecil hingga mengental dan matang, angkat, sisihkan
Kulit yang sudah matang ditaruh dalam loyang satu persatu, sambil diisi dengan isian yang telah matang dan irisan telur, ratakan, timpa dengan kulit di atasnya isi lagi hingga kulit dan isian habis, terakhir tutup dengan kulit
Letakkan loyang dalam panci untuk mengukus, kukus selama 7 menit dengan api besar, (tutup panic untuk mengukus baiknya di beri kain, agar air kukusan tidak menetes ke dalam loyang kue
Setelah dikukus, angkat dan letakkan di wadah/piring besar, siram dengan saos santan, tambahkan toping taburan Bawang goreng, seledri, cabe rawit dan saos tomat/sambal
Potong sesuai selera dan siap di santap, cocok untuk buka puasa, selamat mencoba
N/B: jika potongan isian terlalu besar mama ketika dipotong wadai ipaonya mudah terpisah, usahakan potongannya kecil2, supaha saat dipotong terlihat bagus dan rapi
sumber : http://www.banjarbaruklik.com/2016/06/kue-ipau-pizzanya-orang-banjar-khas-ada-di-kalimantan-selatan.html,
https://cookpad.com/id/resep/3345908-wadai-ipau-udang-khas-banjar
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...