Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kue Jawa Barat Sumedang
Ubi Cilembu
- 4 Juli 2015
 

   maxresdefault.jpg

    389349_7dd2a64a-d846-11e4-9285-208d4908a8c2.jpg

     Ubi Cilembu adalah kultivar Ubi Jalar  merupakan Ras lokal asal Kecamatan Pamulihan, Sumedang, Jawa Barat. Ubi jalar ini populer di kalangan konsumen semenjak tahun 1990-an.

    Ubi Cilembu lebih istimewa daripada umbi biasanya karena umbi ini bila dioven akan mengeluarkan sejenis cairan lengket gula madu yang manis rasanya. Karena itu, umbi Cilembu disebut juga dengan umbi si madu. Bila umbi pada umumnya juga manis, rasa manis umbi Cilembu ini lebih manis dan lengket dengan gula madu. Rasa manis ini membuat tenaga ekstra bagi orang yang mengkonsumsinya.

    Ubi ini tidak cocok untuk digoreng, karena kandungan gulanya yang tinggi membuat ubi ini sangat mudah “gosong”, dan juga tidak cocok untuk direbus, karena aroma dari “madu” nya akan berkurang, bahkan hilang. Pada umumnya produk ubi Cilembu diperdagangkan dalam bentuk ubi bakar selain diolah dalam bentuk kripik, tape, dodol, keremes, selai, saus, tepung, aneka kue, mie, dan sirup. Ubi Cilembu memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena rasa yang khas, manis seperti madu dan legit, struktur dagingnya kenyal dan menarik sehingga sangat digemari oleh pelaku usaha tani dan konsumen.

     Selain rasa yang sangat manis, warna daging ubi juga cukup menarik dimana kulit dan daging ubi berwarna krem kemerahan diwaktu mentah dan berwarna kuning bila dimasak dan bentuk ubi panjang berurat. Bentuknya panjang dan kulitnya tak mulus karena ada urat-urat panjang yang menonjol. Ketika dipanggang, dibakar, atau dioven, dari kulitnya yang berwarna gading akan muncul lelehan-lelahan seperti madu.

    Ubi Cilembu memiliki kandungan vitamin A 7.100 IU (international unit). Suatu jumlah yang cukup tinggi untuk perbaikan gizi bagi mereka yang kekurangan vitamin A. Padahal, umbi-umbian jenis lain, kandungan vitamin A-nya hanya berada pada angka 0,001-0,69 mg per 100 gram. Selain vitamin A yang tinggi, juga mengandung kalsium hingga 46 mg per 100 gram, vitamin B-1 0,08 mg, vitamin B-2 0,05 mg dan niacin 0,9 mg, serta vitamin C 20 mg.

Berikut ini Resep cara membuat Ubi Cilembu.

Bahan-bahan:

  • Ubi Cilembu

Cara Membuat:

  1. Pilih ubi yang benar-benar siap oven (ubi yang telah disimpan minimal 5 - 10 hari setelah dicuci( lebih sempurna lagi bila penyimpanan lebih lama 10 - 20 hari)
  2. Siapkan oven (baik yang khusus maupun oven yang biasa digunakan untuk oven kue) diatas tungku/kompor beberapa saat sampai suhu mencapai 90 - 100derajat,
  3. susun ubi cilembu dengan rapih didalamnya(jangan ditumpuk)
  4. Selama proses oven berlangsung setiap 10 menit Uni wajib dibolak-balik  agar merata tingkat kematangannya, dan agar madu yang terkandung didalamnya terpancing untuk keluar
  5. Ubi cilembu akan sempurna di oven selama 2 jam.
  6. kemudian angkat dan sajikan.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
CV. PUCIMA
Toko di Indonesia
Alamat: Jl. Raya Cilembu No. 34, RT. 01 / 08, Cilembu, Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat 45365
Telepon: 0823-1951-7777

 

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat

Sumber: http://www.desacilembu.com/2011/11/cara-me-oven-ubi-cilembu-yang-benar.html

Pertama dengan oven: Cari yang paling layu atau sudah lama ubinya, biasanya waktu di oven akan lebih keluar madunya, sebelum di oven potong kedua ujungnya untuk mengetahui ada yang boleng(busuk/rusak) atau tidaknya. Masukkan ke dalam oven (kurang lebih 1,5-2,5 jam tergantung besar kecilnya UBI yang di oven) di saat pengovenan ada bau wangi khasnya ubi akan keluar dan harapkan untuk membalik ubi tersebut biar tidak gosong sisi satunya. Yang terakhir bau wangi akan lebih keluar lagi dan biasanya disertai dengan tetesan madu (kayak gula jawa cair) coba di pencet ubi untuk mengetahui ubi sudah empuk atau belum (matang) setelah itu baru di angkat dan siap untuk dijual. Kedua Cara Yang Paling Sederhana: Prinsipnya sama dengan pertama, tetapi yang kedua lebih sederhana yaitu tidak mennggunakan oven, bagi yang tidak punya oven bisa menggunakan cara yang kedua ini sebagai berikut: -Pilih lah ubi cilembu yang akan di masak, terus di bungkus dengan Alumunium Foil secukupnya terus di panggang menggunakan Plat Alumanium baik dari tutup panci atau saringan yang ada di dalam panci di taruh di atas kompor gas dengan api yang kecil sambil di bolak-balik dalam memanggang ubi agar tidak terlalu gosong, waktu memasaknya kurang lebih 1-1,5 jam tergantung ukuran ubi yang dimasak. Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Pertama dengan oven: Cari yang paling layu atau sudah lama ubinya, biasanya waktu di oven akan lebih keluar madunya, sebelum di oven potong kedua ujungnya untuk mengetahui ada yang boleng(busuk/rusak) atau tidaknya. Masukkan ke dalam oven (kurang lebih 1,5-2,5 jam tergantung besar kecilnya UBI yang di oven) di saat pengovenan ada bau wangi khasnya ubi akan keluar dan harapkan untuk membalik ubi tersebut biar tidak gosong sisi satunya. Yang terakhir bau wangi akan lebih keluar lagi dan biasanya disertai dengan tetesan madu (kayak gula jawa cair) coba di pencet ubi untuk mengetahui ubi sudah empuk atau belum (matang) setelah itu baru di angkat dan siap untuk dijual. Kedua Cara Yang Paling Sederhana: Prinsipnya sama dengan pertama, tetapi yang kedua lebih sederhana yaitu tidak mennggunakan oven, bagi yang tidak punya oven bisa menggunakan cara yang kedua ini sebagai berikut: -Pilih lah ubi cilembu yang akan di masak, terus di bungkus dengan Alumunium Foil secukupnya terus di panggang menggunakan Plat Alumanium baik dari tutup panci atau saringan yang ada di dalam panci di taruh di atas kompor gas dengan api yang kecil sambil di bolak-balik dalam memanggang ubi agar tidak terlalu gosong, waktu memasaknya kurang lebih 1-1,5 jam tergantung ukuran ubi yang dimasak. Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
Pertama dengan oven: Cari yang paling layu atau sudah lama ubinya, biasanya waktu di oven akan lebih keluar madunya, sebelum di oven potong kedua ujungnya untuk mengetahui ada yang boleng(busuk/rusak) atau tidaknya. Masukkan ke dalam oven (kurang lebih 1,5-2,5 jam tergantung besar kecilnya UBI yang di oven) di saat pengovenan ada bau wangi khasnya ubi akan keluar dan harapkan untuk membalik ubi tersebut biar tidak gosong sisi satunya. Yang terakhir bau wangi akan lebih keluar lagi dan biasanya disertai dengan tetesan madu (kayak gula jawa cair) coba di pencet ubi untuk mengetahui ubi sudah empuk atau belum (matang) setelah itu baru di angkat dan siap untuk dijual. Kedua Cara Yang Paling Sederhana: Prinsipnya sama dengan pertama, tetapi yang kedua lebih sederhana yaitu tidak mennggunakan oven, bagi yang tidak punya oven bisa menggunakan cara yang kedua ini sebagai berikut: -Pilih lah ubi cilembu yang akan di masak, terus di bungkus dengan Alumunium Foil secukupnya terus di panggang menggunakan Plat Alumanium baik dari tutup panci atau saringan yang ada di dalam panci di taruh di atas kompor gas dengan api yang kecil sambil di bolak-balik dalam memanggang ubi agar tidak terlalu gosong, waktu memasaknya kurang lebih 1-1,5 jam tergantung ukuran ubi yang dimasak. Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ

Copy and WIN : http://ow.ly/KNICZ
 
 
 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu