Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Utara Minahasa, Manado
Tumis Daun Pepaya Lemak Babi - Minahasa - Sulawesi Utara
- 19 Maret 2018
Lemak Babi yang dalam bahasa Manado disebut Tawa’, memang enak sekali jika dipakai sebagai campuran sayur. Sering juga lemak babi ini digarami, dikemas kertas, didiamkan sekitar 1 minggu hingga garamnya meresap. Untuk lemak babi yang diolah seperti itu, kami menyebutnya sebagai tawa’ garam. Well, kali ini saya akan menyajikan resep masakan Manado daun pepaya yang dimasak dengan tawa/tawa garam. Ini makanan khas penduduk asli Tanah Minahasa yang sering juga disebut dengan istilah orang gunung.
 
Ya, Tanah Minahasa walaupun tidak besar, tetapi dihuni oleh berbagai sub etnis yang kebudayaan termasuk cara mengolah masakan juga tidak mesti sama. Menu Daun Pepaya masak lemak babi, secara cara masaknya mirip dengan tumis kangkung bunga pepaya. Bumbu memang sama, hanya jumlah pemakaian minyak goreng dan cara mengolahnya agak sedikit berbeda. Pemakaian minyak goreng untuk memasak menu ini memang lebih banyak.
 
Perbedaan lainnya, dalam memasak Tumis Daun Pepaya Lemak Babi ini, sebaiknya sereh dihaluskan. Kenapa sereh dihaluskan
tidak dimemarkan? Karena , kalau dalam menu tumis kangkung bunga pepaya, proses masaknya lebih cepat. Jadi jika sereh dihaluskan, selain membuat tidak nyaman saat mengkonsumsi, juga citanya berbeda dengan proses memasak dengan waktu yang lebih lama. 
 
Bahan:
  1. 2 ikat daun pepaya, petik daunnya rebus hingga empuk, peras airnya
  2. 200 gram lemak babi, potong dadu 2cm x 2cm
  3. 2-3 genggam kemangi segar yang sudah dipetik daunnya
  4. 1 daun bawang sedang. Potong bulat bulat
  5. 1 daun kunyit. Potong jadi 2 atau 3 bagian
  6. 1 lembar daun pandan. Potong jadi 4 bagian
  7. 5 lembar daun jeruk. Bisa di sobek sobek bisa jugadibiarkan utuh
  8. Minyak goreng untuk menumis
  9. Garam secukupnya
 
Bumbu halus:
  1. 2 genggam cabe hijau, ditumbuk pecah pecah saja, jangan terlalu halus.
  2. Jika menggunakan cabe merah
  3. pakai 1 genggam saja, Pemakaian cabe ini sebaiknya disesuaikan menurut selera.
  4. 5 bawang merah
  5. 1 sereh besar
  6. 4 cm jahe (sekitar 1 sendok makan peres jahe halus)
 
Cara membuat
  1. Panaskan minyak, masukkan lemak babi yang sudah dipotong potong, tunggu hingga minyak babinya keluar
  2. Masukkan cabe, bawang merah dan jahe, aduk aduk sebentar.
  3. Jika sudah berbau harum, masukkan sereh
  4. Masukkan berturut turut daun pandan, daun jeruk dan daun kunyit. Aduk sebentar
  5. Masukkan kemangi. Tumis hingga kemangi layu
  6. Masukkan daun pepaya yang sudah di rebus. Masak hingga matang. Jika masih keras dapat ditambahkan air dan tunggu hingga kering.
  7. Kontrol jumlah minyak gorengnya. Sebaiknya dimasak agak berminyak biar gurih.
  8. Jika jumlah minyaknya sudah pas dapat diketahui dari warna masakan yang mengkilat.
 
 
Sumber:
http://www.kulineraslimanado.com/2015/09/tumis-daun-pepaya-lemak-babi-khas-manado.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Timun Mas: Bukan Sekadar Gadis Pemberani, Tapi...
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Timun Mas: Bukan Sekadar Gadis Pemberani, Tapi... Lead Kisah Di sebuah kampung di Jawa Tengah, hiduplah seorang janda paruh baya bernama Mbok Srini [C5]. Ia memiliki seorang putri cantik, baik hati, cerdas, dan pemberani bernama Timun Mas [C1]. Kecerdasan dan kebaikan hati Timun Mas membuatnya sangat disayangi oleh ibunya [C2]. Namun, kebahagiaan mereka terusik ketika sesosok raksasa jahat muncul dengan niat mengerikan: menyantap Timun Mas [C3]. Berkat keberanian luar biasa yang dimilikinya, Timun Mas bersama ibunya berhasil menghadapi dan melumpuhkan raksasa tersebut [C4]. Legenda Timun Mas adalah salah satu cerita rakyat yang kaya akan nilai-nilai kehidupan [S2, S3, S4]. Cerita ini, yang berasal dari Jawa Tengah, mengisahkan perjuangan seorang gadis muda melawan ancaman yang datang [S1]. Keberanian Timun Mas dalam menghadapi raksasa jahat bukan sekadar kisah fiksi, melainkan cerminan dari kekuatan yang dapat dimiliki oleh setiap individu ketika dihadapkan pada kesulitan [C4]....

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Celempung Sunda: Melodi Tatar Sunda yang Terlupakan?
Alat Musik Alat Musik
Jawa Barat

Celempung Sunda: Melodi Tatar Sunda yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Provinsi Jawa Barat, yang dalam bahasa Sunda dikenal sebagai Tatar Sunda, merupakan wilayah dengan identitas budaya yang kuat dan memiliki sejarah panjang dalam pengembangan kesenian daerah [S1]. Wilayah ini sering disebut sebagai Tanah Sunda, yang mencerminkan akar budaya masyarakat Sunda yang mendominasi demografi dan adat istiadat di wilayah tersebut [S2]. Kesenian daerah di Jawa Barat, khususnya dalam ranah alat musik, menjadi salah satu ciri khas utama yang membedakan identitas budaya lokal dibandingkan daerah lain di Indonesia [S3]. Warisan alat musik tradisional di Jawa Barat sangat beragam, mencakup berbagai jenis instrumen yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat [S2]. Beberapa sumber mencatat bahwa kesenian daerah terkenal di setiap wilayah, dengan alat musik menjadi elemen utama yang menonjol dalam ekspresi budaya [S5]. Keberagaman ini mencakup instrumen dari yang sederhan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik: Lebih dari Sekadar Motif, Warisan Luhur Bangsa
Motif Kain Motif Kain
Daerah Istimewa Yogyakarta

Batik: Lebih dari Sekadar Motif, Warisan Luhur Bangsa Identitas dan Asal-Usul Batik motif Parang merupakan salah satu ragam hias batik paling ikonik di Indonesia yang memiliki akar sejarah kuat dalam tradisi kerajaan [S5], [S6]. Sebagai bagian dari kekayaan wastra Nusantara, motif ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga menyimpan nilai filosofis, sejarah, dan identitas bangsa yang mendalam [C2], [S1]. Pengakuan internasional terhadap batik sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 mempertegas posisi motif Parang sebagai warisan budaya takbenda yang diakui dunia [C4], [C10]. Secara historis, motif Parang berkembang dari lingkungan keraton, di mana penggunaannya pada masa lalu sering kali dibatasi oleh aturan adat yang ketat [S6]. Motif ini dikategorikan sebagai pola yang memiliki simbol sakral, sehingga pada masa tertentu, pemakaiannya tidak dapat dilakukan secara sembarangan dan sering kali mencer...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Papeda: Lebih dari Sekadar Bubur Sagu Papua
Makanan Minuman Makanan Minuman
Papua

Papeda: Lebih dari Sekadar Bubur Sagu Papua Identitas Kuliner Papeda adalah makanan khas yang berasal dari Kepulauan Maluku dan pesisir barat Papua, serta memiliki penyebutan lokal 'Dao' dalam bahasa Inanwatan, yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Papua [S3][S5]. Hidangan ini terbuat dari sagu, yang merupakan bahan utama yang sangat penting dalam kuliner daerah tersebut, dan menjadi simbol dari warisan kuliner Indonesia yang unik [S4][S5]. Papeda tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mulai mendunia, menunjukkan daya tariknya yang melampaui batas geografis [S5]. Tekstur papeda kental dan rasanya cenderung hambar, namun menjadi nikmat saat dipadukan dengan lauk seperti ikan kuah kuning atau ikan bakar [S5][S5]. Hidangan ini sering disajikan dalam konteks tradisional, menciptakan pengalaman kuliner yang kaya akan makna dan simbolisme, serta mencerminkan budaya masyarakat Papua dan Maluku [S5][S4]. Papeda juga memiliki nilai gizi yang baik, dengan kandungan energi s...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Sejarah di Setiap Jahitan
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Kebaya Kutubaru: Bef di Dada, Sejarah di Setiap Jahitan Identitas dan Asal-Usul Kebaya merupakan pakaian tradisional perempuan Indonesia yang memiliki sejarah panjang dan tersebar luas di berbagai wilayah Nusantara [C1][C8]. Kebaya dikenal sebagai busana bagian atas dengan karakteristik terbuka di bagian depan, dibuat secara tradisional, dan umumnya dipadukan dengan kain batik, songket, atau kain lainnya sebagai bawahan [S3][C7]. Secara etimologi, istilah "kebaya" berasal dari kata abaya yang berarti jubah atau pakaian, menunjukkan pengaruh budaya luar yang telah diadaptasi dalam perkembangan busana lokal [C9]. Kebaya telah digunakan sejak abad ke-15 atau ke-16, menjadikannya salah satu warisan budaya yang menyaksikan perkembangan sejarah Indonesia hingga saat ini [C1][C8]. Keberadaannya tidak hanya sebagai pakaian adat, tetapi juga simbol keanggunan, kesederhanaan, kelembutan, dan keteguhan perempuan Indonesia [C10][S4]. Beberapa sumber menyebutkan bahwa kebaya mula...

avatar
Kianasarayu