Tuak adalah sejenis minuman tradisional beralkohol Nusantara yang merupakan hasil fermentasi dari nira, beras, atau bahan minuman/buah yang mengandung gula. Tuak adalah produk minuman yang mengandung alkohol. Bahan baku yang biasa dipakai adalah: beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti air dari pohon nira atau nipah, atau legen dari pohon siwalan atau tal, atau sumber lain. Kadar alkohol tuak di pasaran berbeda-beda bergantung daerah pembuatnya.
Tradisi minum tuak telah dikenal masyarakat Indonesia sejak sebelum jaman penjajahan Belanda. Meminum tuak dipercaya masyarakat Indonesia memiliki khasiat yang bagus untuk kesehatan. Selain untuk menghangatkan badan, tuak dari pohon enau di Toraja telah di percaya dari jaman nenek moyang sebagai minuman yang wajib disajikan saat ritual-ritual adat. Sehingga setiap pelaksanaan ritual adat di Toraja sudah pasti tersedia tuak. Beberapa tempat di pulau Madura dahulu dikenal sebagai sebagai penghasil tuak, namun orang Madura tidak mempunyai kebiasaan minum yang kuat. Saat ini dapat dikatakan sangat sedikit orang Madura yang tetap melanjutkan tradisi minum tuak atau arak ini. Berbeda dengan masyarakat Tapanuli (Sumatera Utara), khususnya masyarakat Batak yang menganggap bahwa tuak berkhasiat menyehatkan badan karena mengandung efek menghangatkan tubuh sehingga mereka tetap menjalankan tradisi minum tuak yang telah berlangsung ratusan tahun. Perkembangan meminum minuman beralkohol di Indonesia ditandai pada saat jaman pemerintahan Hindia-Belanda. Dimana para kolonial yang merupakan orang-orang Eropa yang mempunyai ketertarikan terhadap minuman beralkohol memerintahkan orang-orang pribumi untuk membuat minuman beralkohol seperti wine. Namun karena keterbataasan bahan untuk pembautan wine, tercetuslah penggunaan tuak sebagai pengganti wine. Dari saat itu tradisi meminum minuman beralkohol di Indonesia terus berkembang.
Source: wikipedia.org
SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelama...
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.