Topi Boni merupakan nama topi khas dari daerah Kabupaten Tangerang.
Pada tahun 1800-an sampai awal 1900-an, Kabupaten Tangerang dikenal sebagai pusat kerajinan topi bambu. topi bambu dari Tangerang ini diekspor ke Amerika dan Eropa. bahkan, topi bambu Tangerang dikabarkan pernah merajai Paris.
Dalam rangka mencari kembalu pusat-pusatproduksi topi bambu pada zaman itu berada di daerah Cikupa, Tigaraksa, dan Balaraja.
Komunitas TopiBambu menemukan sebuah kampung yang masih memiliki sisa-sisa penganyam topi bambu. Kampung itu adalah Kampung Ciakar yang terletak di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan. Komunitas TopiBambu mendata setidaknya masih ada sekitar 20 orang pengrajin topi bambu di Kampung Ciakar.
Adapun jenis topi bambu yang dianyam oleh pengrajin di Kampug Ciakar adalah topi bambu jenis tudung belenong, capio, dan peradah.
Tudung belenong adalah sejenis topi bambu yang bentuknya menyerupai belenong (bundar) sehingga disebut dengan tudung belenong.
Capio adalah topi bambu seperti topi pramuka. Sedangkan peradah adalah topi bambu untuk hiasan dinding. Peradah biasanya terdiri dari 5 atau 7 topi bambu dari ukuran kecil sampai besar.
#OSKMITB2018
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Hubungi Contact Center CIMB Niaga 0818515000 Untuk mengajukan penutupan kartu kredit CIMB Niaga Anda
Untuk menutup kartu kredit CIMB Niaga, Hubungi layanan CIMB Niaga di 0818515000 lalu sampaikan pengajuan Anda untuk menutup kartu kredit dan ikuti instruksi petugas.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.