Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Selatan Pulau Selayar
Tiye-Tiye
- 7 Februari 2018
Bulu babi seringkali ditemui di laut atau pada saat snorkling. Biota laut yang berduri dan bahaya saat disentuh, ternyata, juga enak disantap dan banyak gizi.
Bentuknya bulat seperti cangkang kelapa yang sudah dikupas. Ukurannya sebesar bola tenis. Bulu babi disebut juga landak laut karena durinya yang panjang dan meliputi seluruh tubuhnya. Orang inggris menyebutnya sea urchin yang artinya landak laut. Urchin juga berarti anak nakal. Mungkin karena sering menusuk orang yang main di laut, maka disebut anak nakal.
 
Bulu babi memang termasuk hewan yang harus dihindari saat berada di pantai. Duri-durinya yang banyak mengandung sengat yang bisa membuat sakit, demam dan gatal. Pernah seorang pekerja saya menginjaknya tanpa sengaja, akibatnya dia deman lebih dari tiga hari.
 
Nah, kembali ke pangan bulu babi itu ya. Memang dari bulu babi yang sebesar bola tenis itu, yang bisa dimakan cuma sedikit saja. Hanya bagian dalam yang lunak dan mirip dengan telur ikan. Makanya makan-makanan ini tidak bisa tie tie alias sedikit-sedikit. Paling tidak memakannya harus beberapa biji.
Di rumah-rumah selayar, Tie tie ini biasa disajikan dalam bentuk osengan dan tidak disajikan dengan kulit luarnya yang keras. Biasanya, kulit bulu babi itu harus dibelah dan dibersihkan lalu diambil bagian pinggir dan tengahnya. Ya, yang seperti telur ikan itu lho. Namun bisa juga, Tie tie disajikan lengkap dengan kulit luar bulat bundarnya itu. Cantik dan unik lho.
 
Ternyata dari dalam penampakan yang sangar terdapat makanan enak. Bukan hanya itu, kandungan gizi si anak nakal ini tidak bisa diremehkan. Dari hasil riset Dr Ir Delianis Pringgenies MSc dan Anna Aizzaturroifah SPi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, dibuktikan bahwa gonad bulu babi meningkatkan jumlah sel neuron otak. Gonad adalah telur bulu babi yang berwarna orange atau kuning cerah. Menurut Delianis, neuron berhubungan erat dengan kemampuan belajar. Semakin banyak sel neuron dalam otak, semakin baik tingkat kemampuan belajarnya.
Masih menurut Delianis, gonad bulu babi mengandung 13 jenis asam amino. Delapan asam animo esensial (lisin, metionin, treonin, valin, arginin, histidin, triptopan dan fenilalanin). Sedang lima asam amino non esensial (serin, sistein, asam aspartat, asam glutamat dan glisin).
 
Nah kabar baik buat yang kolesterol tinggin. Bulu babi juga mengandung asam lemak tak jenuh Omega 3 yang berkhasiat untuk menurunkan kandungan kolesterol yang bersarang dalam tubuh manusia. Kita tahu lah, sekarang ini kolesterol menjadi hantu menakutkan bagi sebagian teman karena dapat menyebabkan berbagai macam penyakit seperti penyumbatan pada pembuluh darah jantung.
 
Bulu Babi juga kaya kandungan vitamin A, vitamin B kompleks dan mineral yang dapat memperlancar fungsi sistem saraf dan metabolisme tubuh manusia. Makanya, setelah berlayar menangkap ikan, nelayan-nelayan di Selayar sering mengkonsumsi bulu babi ini dalam keadaan fresh alias tidak dimasak.
Melihat, kandungan gizi yang tinggi dari bulu babi ini, rasanya tak salah jika saya menyebut sebagai makanan ekstrim nan kaya gizi. Tak salah juga jika bulu babi ini dikembangkan sebagai salah satu potensi ekonomi daerah.
 
 
Sumber:
https://travel.detik.com/dtravelers_stories/u-3336758/nyam-bulu-babi-ternyata-enak-amp-banyak-gizi/1

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu