Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Selatan Banjarmasin
Tim Ikan Khas Banjar
- 29 Desember 2017

Jenis ikan dan banyaknya bumbu yang digunakan tidak usah dijadikan patokan takarannya, sesuaikan saja banyaknya bumbu dengan banyaknya ikan yang digunakan. Jenis ikannya bisa apa saja.., biasanya di Kalimantan Selatan menggunakan jenis ikan sungai seperti haruan (gabus), papuyu (betok), sepat, saluang, lais dan lain lain. Yang penasaran rasanya boleh dicoba.. Ini adalah salah satu kuliner bahari khas Banjar

Bahan-bahan:

  1. 250 gram ekor ikan apa saja (saya pake ikan kembung uk. kecil)
  2. 1 batang serai ukuran besar, keprek
  3. secukupnya garam, guka, penyedap rasa (kalau suka)
  4. secukupnya daun pisang
  5. sedikit air
  6. bumbu :
  7. 4 siung bawang putih, iris tipis
  8. 5 siung bawang merah, iris tipis
  9. 1 cabe merah besar, iris serong
  10. 2 buah tomat, potong potong
  11. 3 buah belimbing sayur, saya ganti dgn belimbing sunti khas aceh
  12. cabe rawit sesuai selera, bisa utuh atau di iris jika suka pedas
     
     
    Langkah-langkah:
    1.    Persiapkan bumbunya, yg warna cokelat itu asam sunti (belimbing yg di awetkan khas aceh), karena saya tidak punya stok belimbing wuluh/sayur. Enak juga jika dikasih cincangan mangga muda sebagai gantinya.
    2.    Potong daun pisang sesuai besar wajan, susun daun pisang sebanyak 3 lapis pada wajan. susun sedemikian rupa agar nantinya air tidak langsung naik ke atas
    3.    Tata ikan yang sudah dibersihkan dan dicuci bersih, beri taburan garam, gula, penyedap rasa. Beri garam agak banyak karena nanti ikannya akan berair agar hasilnya tidak hambar
    4.    Tutup ikan dengan semua bumbu
    5.    Beri air secukupnya pada lapisan paling bawah daun pisang
    6.    Kemudian tutup bagian atasnya dengan 3 helai daun pisang lagi seperti bagian bawahnya, susun sedemikian rupa agar tertutupi. Terakhir ambil tutup panci (kalau bisa yang agak berat) jika tidak ada penutupnya yg berat bisa diberi sedikit beban agar tutup tidak terangkat ketika air mendidih.
    7.     Hidupkan api dan tim ikan (di tu'up) kurang lebih 30 menit
    8.    Jika air bagian bawahnya menyusut atau kering bisa ditambahkan sedikit air lagi. Masak sampai ikan matang dan wangi
    9.    Ini hasilnya ikan yang sudah di tu'up (di tim) khas Banjar Kalimantan Selatan, rasanya ikan segerrrr banget dan tentunya menyehatkan karena dimasak tanpa minyak.

    Sumber: https://cookpad.com/id/resep/3523506-tim-ikan-khas-banjar-iwak-batuup-dandelion

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker