Ornamen
Ornamen
Kerajinan Nusa Tenggara Timur Manggarai
Tikar Manggarai
- 31 Mei 2018
Seperti yang kita ketahui, anyaman tikar sangat populer di kalanggan masyarakat Manggarai. Tidak hanya di pelosok daerah tetapi juga di perkotaan. Banyak ibu-ibu masyarakat manggarai yang menganyaman tikar bahkan pekerjaan tersebut sebagai mata pencaharian ibu-ibu Manggarai di daerah pelosok untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Selain itu juga mereka membuat tikar untuk kebutuhan mereka sendiri karena tradisi orang manggarai mengharuskan setiap masyarakat manggarai untuk memiliki tikar, sebab disetiap upacara adat baik upacara adat kecil sampai upaCara adat yang besar sangat dibutuhkan tikar sebagai alas duduk ketika upacara berlangsung.
 
Bahan dasar dan alat pembuatan tikar yaitu:
  1. Daun pandan
  2. Pisau
  3. Batang bambu berukuran kecil tipis
  4. Duri
  5. Sendok
  6. Jarum jahit
  7. Sumbat / kesumba (pewarna)
  8. Nggereng / gereng
 
Cara pembuatan tikar sebagai berikut:
  1. Kita memotong daun pandan dari pohon menggunakan pisau yang biasa disebut dengan ala re’a
  2. Setelah dipotong duri dipisahkan dari daunnya yang disebut jojo re’a
  3. Kemudian dilanjutkan dengan proses penjemuran
  4. Dan dilanjutkan dengan proses penggulungan daun re’a (weluk)
  5. Setelah itu ambil jarum jahit untuk proses mencarit (membagi daun pandan ke bagian yang lebih kecil
  6. Setelah itu dilanjutkan dengan proses menggaruk dengan bambu (penghalusan daun pandan)
  7. Setelah dimasak daun pandan direndam dengan air dingin
  8. Angkat dari rendaman air kemudian daun pandan dijemur kembali
  9. Setelah daun pandan kering kemudian digulung kembali(weluk)
  10. Kemudian diulang proses kuis (penghalusan daun pandan)
  11. Selanjutnya daun pandan dibagi menjadi dua bagian, sebagian untuk diberi warna dan sebagiannya lagi tidak diberi warna
  12. Pewarna yang dipakai yaitu kesumba ungu, merah dan hitam
  13. Pertama air direbus hingga mendidih
  14. Lalu masukan pewarna ke wadah masing-masing
  15. Setelah iitu masukan daun pandan ke dalam pewarna
  16. Masuk daun pandan dan pewarna hingga tercampur merata
  17. Setelah itu angkat daun pandan lalu dijemur hingga kering lalu dilanjutkan dengan
 
Proses anyaman
  1. Satukan daun pandan yang berwarna dan tidak berwarna seCara selang seling
  2. Lalu ditarik ketas dan kebawah untuk mulai menganyam sampai selesai
  3. Lalu dipotong dan dijahit
  4. Pada proses ini di butuhkan waktu sangat lama. Waktu yang paling efektif dalam pembuatan tikar adlah 2-3 bulan jika tidak ada kesibukan lain.
 
Anyaman tikar terdiri dari dua bagian yaitu toni dan tuka. Toni bagian atas pada anyaman tikar dan tuka bagian bawah pada anyaman tikar. Gereng yaitu kain merah yang melingkar dari ujung satu ke ujung yang lain pada bagian pinggir tikar. Gereng berfungsi untuk memperindah anyaman tikar . Panjang dan lebar dari anyaman tikar disesuaikan dengan pesanan dan keinginan dari pengrajin tikar. Anyaman tikar alangkah baiknya dibuat saat musim hujan. Karena daun pandan (re’a) dalam keadan lembab dibandingkan dibuat pada musim kering, sebab re’a atau daun pandan mudah rapuh atau rusak karena terlalu kering.
 
Sumber:
https://vianusjebarussrinji.wordpress.com/2015/12/11/ekspedisi-budaya-smk-widya-bhakti-ruteng-anyaman-tikar/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna