Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Kalimantan Barat
Terong Isi Daging
- 6 Februari 2018

Terung termasuk jenis sayuran yang cukup unik. Bentuknya menyerupai timun, tapi agak besar dan berwarna ungu tua. Bahan makanan ini jikalau sudah diolah, walaupun hanya digoreng saja sudah sangat enak. Pasalnya, tekstur terung sendiri lembut dan agak menyerupai dengan gambas.

Biasanya selain digoreng, terung juga disandingkan dengan tempe penyet atau dibuat sayur lodeh favorit keluarga. Sejauh ini, sih yang paling populer, ya lalapan terung. Tapi, di Kalimantan Barat ternyata ada hidangan terung yang cukup menarik, lho. Hidangan tersebut berjulukan resep terung isi daging khas Kalimantan Barat.

Resep
Terung Isi Daging Khas Kalimantan Barat

Sebenarnya tidak hanya berisi daging, melainkan campuran daging giling, tahu putih halus, daun bawang dan seledri. Setelah isi terung dikeluarkan, campuran tersebut dimasukkan ke sana. Sehabis itu, gres digoreng hingga matang. Hasilnya cukup unik, menyerupai menyantap daging berkulit. Tapi dalam resep terung isi daging khas Kalimantan Barat ini, kulitnya jadi sedikit aneh.

Anyway, meskipun aneh, rasanya tidak kalah enak dengan hidangan khas Pontianak yang lain. Jadi, Anda wajib coba, nih resep terung isi daging khas Kalimantan Barat. Kelihatannya, sih sederhana tapi setelah disantap istimewa juga!

Bahan Terung Isi Daging

  • 3 buah terung ungu
  • 180 gram tahu putih
  • 1 ½ ons daging sapi giling
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 1 tangkai daun seledri, iris halus
  • Minyak goreng secukupnya

Bumbu Halus Terung Isi Daging

  • ½ sendok teh merica
  • ¾ sendok teh gula pasir
  • 1 ½ sendok teh garam
  • 2 siung bawang putih
  • 4 butir bawang merah

Bahan Celupan Terung Isi Daging

  • 1 butir telur, kocok lepas

Cara Membuat Terung Isi Daging

  1. Pertama, siapkanlah bahan-bahan pembuat terung isi daging sesuai perintah di atas
  2. Kedua, basuh bersih tahu dan terung, Tiriskan lalu haluskan tahu putih dengan sendok atau ulegan
  3. Lalu, belah terung menjadi dua memanjang. Keruk bab tengahnya dan sisihkan terlebih dulu
  4. Kemudian, aduk semua bumbu halus bersama tahu putih yang telah dihaluskan, irisan seledri, daun bawang dan daging sapi giling
  5. Selanjutnya, aduk hingga rata. Kalau sudah, masukkan ke masing-masing terung.
  6. Berikutnya, celupkan terung berisi daging ke dalam materi celupan.
  7. Setelah itu, goreng dalam minyak panas hingga matang. Tiriskan
  8. Terakhir, hidangkan pribadi di piring saji.

 

Sumber : http://anekaolahandagingsapi.blogspot.co.id/2017/10/resep-membuat-terung-isi-daging-khas.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker