Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Produk Sulawesi Tengah Palu
Tenda Lipat Sebagai Warisan Budaya Indonesia
- 25 September 2017

Langkah Yang Dibutuhkan Untuk Membuka Usaha Sendiri
Membuka bisnis sendiri bisa jadi suatu peluang bagi Anda untuk menghasilkan uang. Apabila Anda tertarik membuka bisnis sendiri, Gajimu dapat memberikan tips langkah-langkah yang mesti dilaksanakan sebelum akan terhubung bisnis sendiri.
Saat ini, banyak orang-orang yang jadi sulit untuk mendapat pekerjaan, bahkan bagi orang-orang yang tidak punyai keahlian khusus. Membuka bisnis sendiri dapat menjadi suatu kesempatan bagi Anda untuk membuahkan uang.
Memang tidak bisa dipungkiri, usaha sendiri terdengar terlampau mengiurkan, jadi boss untuk diri sendiri, selagi kerja dapat lebih fleksible, dan keuntungan yang didapat andaikata bisnis berikut berhasil tergolong besar. Akan tetapi, efek yang dihadapi pun menjadi jauh lebih besar dibanding menjadi karyawan perusahaan.
Apabila Anda tertarik terhubung bisnis sendiri, Gajimu akan menambahkan tips langkah-langkah yang kudu dilakukan sebelum akan terhubung usaha sendiri.

a. Menganalisis type usaha terkait
Anda wajib meyakinkan bahwa bisnis yang Anda dirikan adalah tipe usaha yang Anda minati. Hal itu dapat lebih baik andaikan ditunjang bersama keahlian dan pengalaman Anda di type usaha tersebut. Lakukan kesimpulan Break Event Point untuk memilih potensi yang tersedia didalam style usaha Anda. Setelah itu jabarkan rencana bisnis Anda secara detail (Sales forecast, analisa arus kas,etc). Setelah itu susun rancangan pemasaran yang akan Anda lakukan untuk memasarkan bisnis Anda tersebut.
b. Rencanakan Bisnis Anda bersama dengan menyusun rencana yang sesuai
Jika Anda bakal mencari pendanaan berasal dari luar, konsep usaha/business plan proposal adalah sebuah kebutuhan. Jika Anda akan membiayai bisnis itu sendiri, konsep usaha termasuk dapat menopang Anda sadar berapa banyak uang yang Anda dapat butuhkan untuk memulai, apa yang wajib untuk dilakukan kapan, dan di mana Anda tuju.
c. Siapkan Modal Untuk Jual Tenda Cafe
Modal merupakan faktor mutlak didalam mengawali usaha sendiri. Banyak orang mendambakan memulai usaha, tetapi tak membawa modal supaya tidak jalan. Modal bisa dihasilkan berasal dari : modal sendiri berasal dari hasil menabung, melacak modal berasal dari investor, atau meminjan uang dari bank, dan proses partnership. Selain modal awal, Anda terhitung harus punya sekurang-kurangnya tiga bulan berasal dari anggaran keluarga Anda di dalam bank
Anda terhitung mampu mengawali bisnis tanpa modal dengan menjadi reseller (pengecer) dari suatu product atau barang
d. Jadikanlah bisnis Anda sebagai bisnis yang Legal dan diakui hukum
Tentukan susunan hukum untuk usaha Anda
Pilih nama yang baik bagi bisnis Anda
Daftarkan nama bisnis Anda kepada Ditjen HKI sebagai merek dagang formal dan sah di mata hukum
Siapkan dokumen-dokumen organisasi
Uruslah surat-surat perijinan usaha, layaknya Akta Pendirian perusahaan, Nama Perusahaan, Hak atas nama perusahaan, Pengakuan dan pengesahan
e. Perluas Networking Anda
Networking bisa jadi landasan untuk kelangsungan usaha Anda. Anda bisa join dengan komunitas yang tentang bersama dengan style bisnis Anda. Hal ini mampu Anda melaksanakan sebelum akan Anda mengawali bisnis sendiri, sehingga pada sementara Anda menjadi memasarkan produk/jasa yang Anda tawarkan, Anda sudah miliki networking yang luas.
Semoga tips dari Gajimu ini mampu beri tambahan pencerahan bagi Anda yang mengidamkan mengawali usaha sendiri. Selamat berusaha, semoga sukses! 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu