Ornamen
Ornamen
Peralatan Komunikasi Wadah Daerah Istimewa Yogyakarta Gunung Kidul
Tembikar Kasongan
- 21 September 2014

Kasongan adalah nama dukuh atau kampung yang secara administratif termasuk desa/kelurahan Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta atau 7 km di selatan Kodya Yogyakarta. Dukuh ini tak ada bedanya dengan dukuh di sekitarnya yang kehidupan masyarakatnya dari mengolah tanah pertanian, hidupnya sederhana, rukun dan semangat gotongroyongnya sangat kuat dan lain-lain sifat hidup pedesaan ada di sana.

berkat ketekunannya "mengolah tanah" dijadikan tembikar atau gerabah, yakni barang pecah-belah tradisional yang dibuat dari tanah liat bakar, suatu kemahiran turun-temurun yang diwarisi dalam masyarakat sejak masa prasejarah yang dipertahankan dan dikembangkan terus hingga sekarang sehingga terkenal baik di dalam negeri atapun mancanegara.

Tradisi pembuatan tembikar semacam ini juga masih terdapat di mana-mana, tetapi Kasongan memang mempunyai ciri-ciri serta model-model tertentu yang banyak penggemarnya baik di desa, di kota-kota bahkan para wisatawan asing. Pada umumnya wisatawan cak puas hanya dengan membeli hasil karya masyarakat Kasongan itu di toko-toko sovenir di kota Yogyakarta khususnya, tetapi banyak pula yang berusaha mengunjungi tempat pembuatannya

Berbagai Bentuk Tembikar Kasongan

Tidak seorang pun pengrajin tembikar di dukuh Kasongan dan ± 12 dukuh lain di sekitarnya mengetahui asal-usul dan sejak kapan kegiatan membuat tembikar di sana dimulai. Yang diketahui oleh ± 171 orang pengrajin itu hanyalah bahwa bukan hanya ibunya, neneknya pun sudah pandai membuat gerabah. Barang-barang yang menghasilkan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yakni alat dapur, bahan bangunan dan barang hiasan. Alat dapur banyak jenisnya dan terutama dibuat oleh kaum ibu. Bahan bangunan terutama berupa genting dan bata, pembuatannya terutama kaum bapak, sedangkan benda hias terutama oleh generasi muda yang kreatif.

Alat-alat Dapur

Alat-alat dapur sebagai benda pakai inilah rupanya hasil-hasil tertua, yang kegunaannya memang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik rumah tangga, sosial maupun kehidupan spiritual. Benda-benda itu antara lain

  • Anglo atau keren, berfungsi sebagai tungku yang dapat dipindah-pindah. Dibuat berukuran besar, sedang dan kecil menurut keperluan. Yang kecil antara lain untuk merebus lilin pembatik, tempat membakar kemenyan (dupa), tempat pembakar pengharum ruangan dan lain-lain.
  • Kwali atau belanga, tempat masak sayur, merebus singkong dan hasil bumi lain, ada yang besar ada yang kecil, ada yang bertutup dan ada yang tidak.
  •  Kendhil atau periuk, sejenis kwali, tetapi agak kecil dan tinggi, umumnya untuk menanak nasi (ngliwet), merebus jamu dar. lain-lain.
  • Pengaron, lebih besar dan tebal dari kwali, untuk mencuci piring, cangkir dan lain-lain, serta untuk tempat penyimpanan air.
  • Genuk, tempat menyimpan beras, ada sejenis gernik yang dibuat kecil bertutup, untuk tempat ari-ari (placenta) bayi, yang dengar upacara tertentu dikubur atau dihanyutkan di sungai/laut.
  • Klenting atau jun, alat untuk tempat air yang dipindahkan dar: sumbernya ke rumah dengan cara digendong atau dipikul.
  • Genthong, tempat persediaan air yang diisi dengan klenting dan digayung dengan siwur atau gayung dari tempurung kelapa yang diberi tangkai. Padasan adalah gentong berpancuran, untuk ambi; air sembahyang (wudhu).
  • Kendhi, tempat penyimpanan air minum (matang atau mentah) rasanya dingin, segar, ditaruh di atas sosok atau meja. Dalam perkembangannya kendi banyak bervariasi.
  • Layah, cowek, cuwo, lemper, dan lain-lain adalah sejenis mangkuk atau piring untuk pelbagai keperluan masak dan menghidang kan masakan.

Benda-benda Hiasan

Benda-benda pakai ada yang dibuat dengan cermat sehingga bernilai seni. Di samping itu ada benda-benda yang memang dibuat untuk hiasan, pajangan yang bernilai seni. Hasil yang berupa benda-benda pajangan yang artistik inilah yang memacu kegiatan seniman pengrajin tembikar Kasongan dan berakibat mencuatnya nama Kasongan sebagai tempat penghasil seni kerajinan tembikar Kasongan dan kini banyak ditangani oleh angkatan muda yang kreatif. Benda-benda yang dihasilkan antara lain:

  • Pot kembang gantung, bermacam-macam bentuknya.
  • vas kembang berukir.
  • celengan, bermacam-macam bentuk.
  • patung naga keraton, ciri khasnya bermahkota.
  • patung naga bertarung dengan garuda.
  • patung binatang-binatang lain seperti singa, buaya, harimau, kuda, kambing, anjing, kera, kodok dan lain-lain.
  • patung makhluk ajaib seperti naga, kirin, setan gundul, dan lain-lain.
  • patung pengantin.
  • kuda kepang.dan lain-lain.
Teknologi Tembikar Kasongan
 
Teknologi tembikar kasongan mulai dari pengetahuan tentang bahan, pengolahan bahan, cara membuat tembikar, cara pengeringan, cara pembakaran, bahan bakar, sarana transportasi semua serba tradisional, sederhana, sehingga terasa adanya kelemahan-kelemahan terutama mudah pecah/patah.
 
Untuk mewujudkan bentuk-bentuk tertentu seorang pengrajin dibantu dengan alat putar yang mereka sebut perbot. Bahannya terdiri dari tanah liat (berwarna coklat kemerahan atau hitam) dicampur pasir yang semuanya mereka temukan di sekitar tempat tinggalnya. Campuran ini setelah diberi air di lumatkan dengan kaki seperti halnya membuat genting atau bata. Setelah dibentuk, bahan dipadatkan dengan palu dan tatap kemudian dihaluskan dengan kerik.
 
Setelah diangin-anginkan ± 3 hari, lalu dijemur ± 7 hari, baru ditimbun lalu dibakar selama ± 4 jam tanpa tungku dengan bahan bakar daun kering, jerami atau kayu bakar. Pembakaran dilakukan di tempat terbuka. Hasilnya dijajakan dengan digendong, dipikul, diangkut dengan sepeda, baru kemudian dengan truk untuk pengiriman ke tempat yang lebih jauh.
 
 
Pembinaan dan Pengembangan
 
Sekarang sudah mulai timbul kesadaran banyak pihak untuk melestarikan dan mengembangkan kemampuan budaya tradisional kita seperti halnya seni kerajinan tembikar Kasongan. Para seniman banyak mendorong untuk memacu kreativitas, terutama benda-benda pajangan.

Pihak Pemerintah baik dari Depdikbud maupun Perindustrian terus memberikan bimbingan penyuluhan dan dorongan untuk menghasilkan benda-benda yang bermutu dan yang dapat dipasarkan secara luas. Dorongan itu antara lain dengan mengadakan pameran-pameran di kota-kota besar, yang ternyata hasilnya memang mengagumkan. Pameran di luar negeri pun pernah diselenggarakan.


Karena minat konsumen tergugah, penggemar makin luas, maka semangat kaum muda di Kasongan dan sekitarnya tergugah. Hal ini tentunya sangat menggembirakan dan semoga tidak hanya berhenti sampai di sini saja.


Dengan modal kemahiran dan pengalaman yang kita warisi dari nenek moyang itu marilah kita songsong hari depan yang lebih gemilang.

 

Sumber: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1022/tembikar-kasongan#photo[gallery]/1/

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum
Gambar Entri
Ayam Ungkep
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...

avatar
Apitsupriatna
Gambar Entri
Resep Ayam Ungkep Bumbu Kuning Cepat, Praktis untuk Masakan Harian
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...

avatar
Apitsupriatna