Jika berbicara mengenai tekwan , yang ada di dalam benak pasti adalah gorengan yang di dalamnya berisi sayuran. Namun tekwan khas bangka berbeda dari tekwan pada umumnya. Tekwan ini adalah sejenis pempek yang diramu dengan kuah yang berwarna hitam dengan campuran tauge dan cabe rawit. Teksturnya juga berbeda dari tekwan yang biasanya karena lebih kenyal. Jika sudah dingin, teksturnya menjadi lebih terasa nikmat.
Bahan-bahan untuk membuat bola - bolanya, meliputi:
400 gr ikan tengiri, pastikan untuk membuang semua durinya. 150 gr tepung kanji Bawang putih sebanyak 3 siung, lalu haluskan Air sebanyak 1000 ml. Bubuk merica secukupnya.
Bahan-bahan untuk membuat kuah, yaitu :
Minyak goreng sebanyak 3 sendok makan 5 siung bawang putih kemudian dihaluskan. Udang sebanyak 150 gram, bersihkan dari kulitnya lalu cincang hingga lembut. Air sebanyak 1500 mili liter Garam secukupnya. Daun bawang secukupnya lalu diiris kecil - kecil. Bawang goreng juga secukupnya.
Bahan untuk isiannya:
Jamur kuping sebanyak 25 gram,rendam dengan air panas hingga mengembang. Tauge secukupnya, Bengkuang 250 gram iris kecil memanjang. Sedap malam 25 gram. Daun bawang yang telah diiris tipis.
Bahan-bahan untuk sambal, yaitu:
Cabe rawit yang hijau sebanyak 15 biji, rebus kemudian gerus. Air panas sebanyak 100 ml. Perasan air jeruk limau 1 sendok makan Garam halus.
Cara membuat:
Sumber: http://www.masakandapurku.com/2015/06/resep-membuat-tekwan-khas-bangka.html?m=1
Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland