Tari Bidu adalah merupakan tari tradisional yang dikembangkan dari tarian Likurai dari Etnis Belu Nusa Tenggara Timur. Tari Bidu ini dilakonkan oleh sejumlah laki-laki dan perempuan pilihan dengan mengenakan pakaian adat lengkap dengan aksesorisnya. Tarian Bidu biasanya dipersembahkan dalam rangka menyambut tamu kehormatan, hiburan pada perayaan pesta perkawinan dan pada acara ritual adat lainnya.
merupakan salah satu tarian pergaulan (social dance) yang mengembangkan unsur tradisional dalam kemasan yang kreatif dan inovatif. Tarian diawali dengan para laki-laki yang gagah menarikan gerakan kaki dengan lincah, kokoh dan khas, sambil memainkan atau menyuarakan bunyi giring-giring mengikuti irama gendang yang ditabu oleh pengiring. Setelah itu datanglah sejumlah penari perempuan dengan berlenggak-lenggok menawan sambil memainkan dengan lincah jari-jemari tangan memukul gendang atau alat pukul Bibiliku (tambur), yang dililit disamping kiri, sambil terus meliuk-liukkan tubuhnya dengan semangat yang riang gembira. Juga terdapat kareografi berpasangan dan secara berkelompok membentuk lingkaran. Tarian ini terus menampilkan gerakan-gerakan yang penuh semangat yang ditampilkan secara enerjik seperti kelihaian memainkan parang dalam tarian.
Tarian ini diiringi oleh ritmik musik hasil perpaduan alat musik tradisional NTT antara lain berupa pukulan gendang, gong, tambur dan tiupan recorder serta syair bahasa adat yang sarat akan makna spirit perjuangan serta terakan pekik yang nyaring bersahut-sahutan menandakan kemenangan. Nyanyian lagu daerah diselingi dalam tarian ini, yaitu lagu daerah rakyat Belu, Loro Malirin dengan lirik: Oras loro malirin, teu tanis lakateu tanis, tanis na'ak nian ina, ro sina sa'e ro sina. Taka sela ba kuda, lun turu bete lun turu, bete keta lun turu, mai kikar ba mai kikar. Tarian yang dinamis ini, memperlihatkan laki-laki dan perempuan dengan balutan busana tenun ikat Suku Belu dan perangkat aksesoris lainnya, seperti adanya tais (tas tradisional) dan kelewang (parang tradisonal) yang dikenakan para penari membuat tarian menampilkan kekayaan budaya etnik NTT yang eksotik.
sumber :http://www.tradisikita.my.id/2016/04/5-tarian-daerah-nusa-tenggara-timur.html
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...