Berbicara tentang tapai, mungkin sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat, baik bentuknya hingga rasanya. Seperti tapai ubi ataupun tapai puluik itam (beras ketan hitam), yang memiliki rasa asam-asam manis.
Lalu, bagaimana kalau tapuang (tepung) dimasak yang dicampur dengan tapai yang asam manis tersebut? Nah, di Sumatera Barat, dari kreasi masyarakat, rasa asam manis tapai itu bisa menciptakan kue yang enak setelah diaduk dengan tapuang.
Bahan-bahan yang harus disediakan yakni tepung beras, tapai ubi, gula merah, dan gula pasir. Dengan bahan-bahan yang ada itu, nantinya tapai ubi yang lunak itu dicampur dan diaduk dengan tepung beras serta ikut dituangkan gula merah yang telah dicairkan dengan air panas.
Agar kuenya mengembang saat dimasak di atas panasnya uap air di dalam dandang, saat mangaduknya harus benar-benar merata dan dalam kondisi yang kental. Jika pengadukan dilakukan secara asal-asalan, maka kue tidak akan menghasilkan rasa dan tampilan yang bagus. Untuk cetakannya sendiri tidaklah terlalu rumit, yakni hanya menggunakan dulang yang berukuran sedang. Agar kue nya masak dengan hasil yang benar-benar mengembung, sebelum adonan dituangkan ke dalam dulang, adonan tersebut harus benar-benar dinilai cukup bagus untuk dimasak. Untuk memasaknya tidaklah direbus, tapi dimasakan dengan cara dipanaskan di atas uap panas air yang mendidih. Waktu yang memasaknya pun tidak lama, yakni hanya sekira sepuluh menit.
Setelah kue yang dimasak itu sudah matang, cara untuk menyajikannya, ialah dipotong-potong sesuai dengan takaran. Namun, untuk menikmati kue tapuang tapai yang enak, harus ditaburi parutan kelapa tua yang dimakan secara bersamaan.
Harga kue tapuang tapai itu cukup terjangkau, yakni hanya Rp1.000 per potongnya dan telah ditaburi parutan kelapa tua. Bahkan, ada cara lain agar kue tapuang tapai semakin pas dimakan, yakni turut memesan segelas teh telur.
sumber: https://www.cendananews.com/2017/09/tapuang-tapai-kue-rasa-asin-manis-khas-sumbar.html
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...