Indonesia memiliki banyak sekali ragam makanan. Setiap daerah memiliki kekhasan cita rasa yang dituangkan pada makanannya. Tape atau tapai merupakan salah satu makanan dari Indonesia, jenisnya ada banyak. Ada yang terbuat dari singkong, ada juga yang terbuat dari ketan. Tape ketan dapat kita temukan di beberapa daerah di Indonesia. Akan tetapi, tape ketan yang kita temukan di daerah Kuningan sangatlah menarik.
Tape Ketan dari Kuningan terbuat dari ketan putih yang dikukus, kemudian diberi ragi. Hal yang unik adalah biasanya ketan putih dibungkus dengan daun pisang, tetapi tape ketan yang kita temukan di Kuningan dibungkus menggunakan daun jambu. Kenapa masyarakat Kuningan lebih memilih daun jambu? Daun jambu lebih mudah dibentuk, bisa menimbulkan aroma yang khas, ekonomis, mudah didapat, dan warnanya cenderung lebih cerah. Daun jambu yang digunakan juga tidak bisa sembarangan. Daun jambu harus selebar satu telapak tangan orang dewasa, harus bebas dari penyakit maupun parasit, dan umur daun tidak boleh terlalu muda juga tidak boleh terlalu tua. Pengemasan tape ketan ini biasa menggunakan ember atau wadah plastik lainnya yang ditutup rapat dan didiamkan selama 3 sampai 4 hari sehingga terjadi proses fermentasi. Biasanya harga 100 buah tape ketan dihargai sekitar Rp 85.000.
#OSKMITB2018
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Tapai
https://cookpad.com/id/resep/2840727-tape-ketan-ijo-daun-jambu
https://tapespesialsibelungu.blogspot.com/2015/03/tape-ketan-kuningan-dibungkus-dengan.html
Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng. Jipeng: Kombinasi Unik Tanji dan Topeng dalam Orkes Betawi Sebuah seni teater khas Betawi yang muncul dari kolaborasi antara Tanji dan Topeng.
Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland