Taipekong ini merupakan penggabungan dari tiga taipekong, yaitu taipekong di Teng Seng Hie, di Parit Pekong (Parit Besar) dan Kapuas Indah di posisi sekarang, penggabungan ini terjadi tahun 1906. Dari ketiga taipekong ini yang tertua adalah taipekong di Teng Seng Hie tahun 1689 M, semasa dengan Dinasti Manchun (Ching). Taipekong ini dahulunya menghadap ke arah Sungai Kapuas, bersebrangan dengan Masjid Jami Sultan Abdurrachman. Sisa dari taipekong ini adalah tempat gaharu atau pembakaran dupa (1673 M) yang melambangkan Dewa Langit. Pembakaran dupa tersebut saat ini terdapat di bagian depan taipekong. Sesuatu yang unik dari taipekong ini adalah adanya penggabungan dua agama atau keyakinan, yaitu Konghucu dan Budha.
Awalnya bangunan taipekong ini terbuat dari kayu, namun akibat pelapukan maka hanya tiang-tiang bangunan saja yang masih dipertahankan hingga sekarang. Lantai bangunan diganti dengan keramik dan atap diganti dengan menggunakan genteng metal. Tiang-tiang bangunan yang terdapat pada taipekong ini dibuat dengan teknik tradisional, yaitu menggunakan pasak dan diikat dalam penyambungannya. Pada bagian dalam bangunan terdapat tiga altar yang menggambarkan asal taipekong dan tiga dewa pemujaan, yaitu Dewi Samudra (Macou) yang terdapat di tengah, Dewa Tua Pekkong di kiri, dan Dewa Putri Raja (Naca) di kanan. Selain itu di taipekong ini juga terdapat lonceng kuno Pekkong (1789 M).
Sumber: https://situsbudaya.id/taipekong-sasikeng-kalimantan-barat/
Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
Cara membatalkan pinjaman ayopinjam: Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...
Naskah Nusantara • Sunda Kuno Kidung Lakbok Kisah Kerajaan Banjarpatroman, Ramalan Abadi, dan Kelahiran Wayang Kila Kidung Lakbok adalah sebuah karya sastra lama berbentuk prosa naratif atau puisi naratif dalam bahasa Sunda yang menceritakan tentang sejarah dan legenda Kerajaan Banjarpatroman. Kerajaan tersebut dipercaya pernah berdiri di wilayah yang kini dikenal sebagai Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Naskah ini sempat nyaris hilang, kemudian ditulis ulang dan dilestarikan kembali pada tahun 2013 melalui publikasi daring. 📜 Sejarah dan asal-usul Menurut naskah Kidung Lakbok, Kerajaan Banjarpatroman mengalami masa kejayaan sebelum akhirnya runtuh akibat perang saudara atau perebutan kekuasaan. Peristiwa tersebut dianggap sebagai dosa besar yang menimbulkan kutukan. Akibat perbuatan tersebut, turunlah azab berupa bencana alam besar, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, dan banjir bandang. Kerajaan yang dahsyat itu akhirnya tenggelam dan berubah menja...