Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Bali Daerah tidak ditemukan
Tahu pletok spicy
- 24 Maret 2019

Bahan-bahan

20 porsi
  1. 5 buah tahu putih
  2. 5 siung bawang
  3. Air
  4. 🌰 bahan adonan :
  5. 2 sdm tepung terigu
  6. 1/2 sdt garam
  7. 1/2 sdt kaldu bubuk
  8. 1/2 sdt lada bubuk
  9. 1 Batang Daun bawang
  10. bawang putih yang sudah dihaluskan
  11. ðŸ"ª bahan untuk membuat saus cocolan:
  12. 5-6 buah cabe rawit (optional untuk yang suka pedas)
  13. 1/2 sdt garam
  14. 1/2 sdt bawang putih yang dihaluskan
  15. Kecap manis

Langkah

 
  1. Potong tahu menjadi 2 lalu potong lagi menjadi segitiga. Goreng setengah matang tahunya, biar nanti waktu dikasih adonan tahu tidak hancur

    Tahu pletok spicy recipe step 1 photo
     
     
     
     
  2. Rebus air 100-200ml, masukkan 1/2 sdt garam, 1/2sdt kaldu bubuk 1/2 sdt lada bubuk,1/2 sdt gula dan sisa bawang putih yang dihaluskan (sisakan 1/2 sdt bawang putih untuk bumbu cocol)

     
     
     
     
     
  3. Kita Membuat saus cocolannya ya mom, iris tipis-tipis cabenya, masukkan 1/2 sdt bawang putih, 1/2 garam dan kecap secukupnya diaduk-aduk rata ya mom

     
     
     
     
     
  4. Cek rebusan kaldu yang kita buat tadi ya mom. Jangan lupa diaduk-aduk,jika sudah mendidih matikan kompornya.

     
     
     
     
     
  5. Kita buat adonannya, siapkan sekitar 2-3 sdm tepung terigu, 1/2 sdt garam lalu tuangkan air kaldunya sebagai pencampur adonan. Aduk-aduk sampai rata, usahakan hasil adonannya sedikit kental ya mom. Kalau ada tepung tapioka boleh ditambahin 1 sdm (karena saya gak punya,jd cuman tepung terigu saja)

     
     
     
     
     
  6. Jangan lupa koreksi rasa jika dirasa sudah asin gak perlu ditambahkan garam lagi. Jangan lupa tambahkan daun bawang ya mom biar cantik (saya hanya pakai bagian putihnya saja)

     
     
     
     
     
  7. Jika sudah pas adonannya, saatnya ambil 1 sdt memakai sendok teh bisa namun karena adonannya kental jadi pakai garpu mom biar mudah, tempelkan di 1 sisi tahu yang sudah digoreng setengah matang tadi ya mom, seperti ini

    Tahu pletok spicy recipe step 7 photo
     
     
     
     
  8. Jika semua adonan sudah dioles di tahu, saatnya digoreng mom. Untuk menggorengnya, usahakan tidak usah dibalik jadi kali ini menggorengnya menggunakan minyak yang sedikit banyak mom (proses menggoreng tenggelam) karena kalau tahunya dibalik,adonannya bakal hancur atau lepas dari tahunya.

     
     
     
     
     
  9. Karena tadi tahu sudah digoreng setengah matang jadi kali ini menggorengnya supaya adonannya matang sempurna mom. Goreng semua tahunya sampai selesai ya mom. Setelah itu saatnya platting. Have a trying mom

https://cookpad.com/id/resep/7773113-tahu-pletok-spicy

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu