Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Semarang
Tahu Telur Khas Semarang
- 8 Juli 2015

    664xauto-resep-tahu-telur-khas-semarang-resep-tahu-telur-khas-semarang--1410207.jpg

 

     Semarang tak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah. Kuliner enak pun bisa ditemui di sini. Salah satu makanan yang banyak disukai khas Jawa Tangah yaitu Tahu Telur. Sesuai dengan namanya makanan ini terbuat dari paduan tahu dan telur. Cara membuatnya pun sangat mudah. Berikut resep Tahu Telur yang bisa dibuat di rumah:

Bahan:

  • 6 buah tahu (tofu) putih ukuran besar, cuci, potong-potong bentuk dadu dengan ukuran sesuai selera.
  • 6 butir telur, kocok lepas.
  • 200 gram kacang tanah, digoreng hingga matang, tumbuk kasar.
  • 50 gram taoge, direndam di dalam air panas sebentar, angkat, tiriskan.
  • 100 gram kol, iris tipis, goreng dengan minyak panas, angkat setelah layu, sisihkan.
  • 1 batang wortel, kupas, bersihkan, iris tipis, rendam dalam air panas sebentar, angkat, tiriskan.
  • Minyak goreng untuk menggoreng adonan tahu telur.
  • 150 mililiter air panas.

Bahan Bumbu:

  • Kecap manis secukupnya.
  • Bawang merah goreng secukupnya.
  • Kacang goreng utuh secukupnya.
  • Daun seledri secukupnya, diiris tipis.

Bahan yang dihaluskan:

  • Kencur seukuran 1 ruas jari.
  • Setengah buah jeruk purut.
  • 3 buah bawang putih.
  • Garam secukupnya.
  • Merica bubuk secukupnya.
  • Gula jawa secukupnya.
  • 5 buah cabai rawit. Jumlahnya boleh ditambah atau dikurangi sesuai selera.

Cara membuat:

  1. Campurkan garam, merica dan telur. Kocok hingga semua tercampur.
  2. Masukkan tahu ke dalam telur kocok, campur hingga rata.
  3. Goreng adonan tahu telur dengan minyak panas, dibagi menjadi 6 bagian. Angkat bila sudah matang sempurna dan berwarna kuning kecokelatan (golden brown), tiriskan, sisihkan.
  4. Campur kacang goreng yang telah ditumbuk dengan bahan-bahan yang telah dihaluskan. Campur hingga semua bahan menyatu, seduh dengan air panas, sisihkan.
  5. Letakkan tahu telur yang telah digoreng di atas wadah saji.
  6. Ambil kol goreng, taoge dan wortel, letakkan di atas tahu telur goreng. Siram dengan bahan campuran kacang yang telah diseduh dengan air panas. Taburkan seledri, kacang goreng utuh dan bawang merah goreng, di atasnya. Tahu telur kacang kecap spesial siap disajikan.

    Demikian resep cara membuat Tahu Telur Khas Semarang, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

 

Sumber: http://www.dream.co.id/culinary/resep-tahu-telur-khas-semarang-resep-tahu-telur-khas-semarang--1410207.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Call center pinjamflexi
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi call center resmi Pinjam Flexi (0857) 58337054 atau CS Pinjam Flexi (0831)69265049 dan melalui email cs@pinjamflexi.id. layanan customer service Pinjam Flexi dapat dihubungi Senin-Minggu pukul 08:00-23:00 WIB.

avatar
Pinjamflexi08
Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker