Makanan Minuman
Makanan Minuman
makanan Kepulauan Bangka Belitung Bangka Belitung
Tahu Kok Khas Bangka
- 15 November 2017

Tahu Kok khas Bangka merupakan salah satu resep masakan khas Belitung yang banyak digemari masyarakat, selain rasanya yang khas masakan ini juga sangat mudah dibuatnya.

Menu masakan tahu kok ini sangat bermanfaat sekali karena menggunakan bahan dasar ikan tenggiri yang banyak mengandung protein dan asam lemak omega 3 yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah sel-sel kanker, dan mencegah penyakit jantung.

Resep masakan ini tergolong masakan tradisional karena selain terbuat dari bahan ikan tenggiri makanan ini juga menggunakan tahu. Cara membuatnya pun sedikit simple karena anda hanya membuat isi dari tahu kok kemudian anda masukkan kedalam tahunya.

Berikut bahan dan cara pembuatan Tahu Kok khas Bangka yang bisa Anda coba buat di rumah.

Bahan-bahan yang dibutuhkan

  • Daging ikan tenggiri 250 gram, haluskan
  • Tepung kanji 1 ½ sendok makan
  • Telur 1 butir, kocok
  • Bawang putih 1 siung, cincang
  • Merica bubuk 1 sendok teh
  • Gula pasir ½ sendok teh
  • Garam 1 sendok teh

Bahan bahan pelengkap tahu kok spesial

  • Tahu 2 buah, potong segitiga
  • Kulit tahu 1 lembar (uk.10x10cm), rendam air
  • Bakso ikan 3 buah
  • Kaldu ayam 1 liter
  • Kaldu ayam bubuk 1 sendok teh
  • Daun bawang 2 batang, iris
  • Sawi hijau 1 ikat
  • Merica bubuk ¼ sendok teh
  • Garam ¼ sendok teh
  • Jeruk nipis 1 butir
  • Saus sambal secukupnya
  • Minyak goreng

Cara membuat / mengolah tahu kok spesial

  1. Terlebih dahulu campurkan bahan dasar yang tersedia, aduk rata.
  2. Membuat fukian : ambil selembar kulit tahu, beri isi dengan adonan tadi, lalu gulung rapi. Kukus sampai matang. angkat. kemudian fukian digoreng. Tiriskan.
  3. Membuat tahu isi : ambil tahu, lubangi bagian tengahnya, beri isi dengan adonan tadi. Kukus hingga matang. angkat. goreng tahu isi hingga berwarna kecoklatan. Tiriskan.
  4. Membuat bakso : ambil adonan tadi, buat bulatan, rebus dalam air mendidih. Biarkan terapung. Angkat. bakso digoreng sampai sedikit kering. Tiriskan.
  5. Mambuat kaldu : rebus kaldu ayam bersama bakso ikan, kaldu bubuk, merica serta garam. Biarkan mendidih. Tambahkan daun bawang. Angkat.
  6. Cara menyajikannya : siapkan mangkok saji, tata fukian, bakso goreng, tahu isi, bakso ikan serta sawi hijau. Siramkan kuah kaldunya. Taburi irisan daun bawang diatasnya.
  7. Tahu kok khas Bangka siap dihidangkan bersama saus sambal dan jeruk nipis.

 

Sumber : http://resepnusantara.id/tahu-kok-khas-bangka/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah