Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Riau Riau
Sup Tunjang Khas Riau
- 11 Januari 2018

Sop tunjang adalah salah satu makanan khas riau. kalau anda berlibur ke riau harus merasakan bagaimana enaknya sup yang satu ini. Sup Tunjang adalah sup tulang sapi yang masih dibalut dengan daging tebal. Bau harumnya akan terasa begitu sup tersebut dihidangkan ke meja makan kita. Dagingnya lembut, mudah dilepaskan dari tulangnya.

Rasanya jangan ditanya, bener-bener juara! Bumbu dan rempah-rempahnya sangat terasa pada saat kuahnya melalui kerongkongan kita. Namun jangan kuatir bagi anda yang sudah “senior” dalam umur di tempat penjualan sup Tunjang ini biasanya juga menyediakan sup daging. Sehingga anda akan lebih leluasa menyantap daging tanpa melewati perjuangan melepaskan daging dari tulangnya. Sup Tunjang yang layak anda coba adalah Sup Tunjang Pertama. Lokasi Sup Tunjang Pertama ada jl. Pinang Pekanbaru (seberang hotel Pangeran).
 
bagi anda ibu dan siapapun yang ingin bikin sup tunjang enak mudah untuk keluarga bisa juga dirumah kok. berikut kami berikan bahan dan cara memasaknya:
 
Bahan :
  1. tulang iga sapi 1 kg
  2. 2 batang bawang daun polong ( potong-potong )
  3. 2 buah tomat ( potong-potong )
  4. 2 buah wortel ukuran sedang ( iris tipis )
  5. 200 gr kentang ( potong dadu )
  6. 2 batang seledri ( iris halus )
  7. air secukupnya
  8. minyak goreng untuk menumis secukupnya

Bumbu sup tunjang :
  1. bawang merah 3 butir
  2. bawang putih 3 siung
  3. 3 butir kemiri
  4. 1/2 sendok teh merica bubuk
  5. 2 sendok makan gula pasir
  6. garam secukupnya
  7. Ketumbar
  8. Jahe
  9. Pala 2 biji
  10. Kayu Manis
  11. Cengkeh 2 biji
  12. Seledri
  13. Daun Bawang
 
Cara Membuat Sup Tunjang :
  1. Rebus tulang iga sapi dalam air mendidih hingga matang
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih dan kemiri
  3. Panaskan sedikit minyak goreng lalu tumis bumbu halus hingga harum
  4. Tuang air secukupnya lalu diamkan sampai mendidih
  5. Masukkan wortel dan kentang kedalam rebusan bumbu, tunggu sampai setengah matang
  6. Masukkan tulang iga sapi yang sudah direbus
  7. Tambahkan gula pasir, garam dan merica bubuk, aduk rata dan bumbu diatas
  8. Matikan api lalu masukkan tomat, seledri dan irisan bawang daun polong
  9. Angkat dan sajikan dalam mangkuk saji

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Cara Aktivasi BNIdirect bisnis
Alat Musik Alat Musik
Bali

Layanan Halo BNI tersedia selama 24 jam penuh setiap hari dan dapat diakses melalui WhatsApp ( 081252934601 ) info lebih lanjut.Layanan Halo BNI tersedia selama 24 jam penuh setiap hari dan dapat diakses melalui WhatsApp ( 081252934601 ) info lebih lanjut.

avatar
Bungacentika baru
Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker