Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Gorontalo Gorontalo
Sup Ikan Tuna Kuah Asam Pedas
- 29 Januari 2018
Bahan Utama Membuat Sup Ikan Tuna Kuah Asam Pedas:
  1. 250 gram ikan tuna
  2. 2 lembar daun jeruk, buang tulangnya
  3. 4 buah belimbing wuluh, potong-potong
  4. 750 ml air
  5. 1/2 sendok teh air jeruk nipis
  6. 1 1/4 sendok teh garam
  7. 1 cm jahe, memarkan
  8. 1 lembar daun salam
  9. 1 batang serai, ambil putihnya, memarkan
  10. 2 buah tomat hijau, potong-potong
  11. 1/2 sendok teh gula pasir
  12. 1 batang daun bawang, potong 1 1/2 cm
  13. 1 sendok makan minyak untuk menumis

 

Bumbu Sup IKan Tuna Kuah Asam Pedas yang Dihaluskan:

  1. 5 butir bawang merah
  2. 2 siung bawang putih
  3. 1 cm kunyit, bakar
  4. 2 butir kemiri, sangrai
 
Cara Memasak Sup Ikan Tua Kuah Asam Pedas yang Bening dan Segar
 
Cara Membersihkan Ikan Tuna Sebelum Dimasak:
  1. Pertama-tama, hal yang bisa anda lakukan terlebih dahulu pada resep kali ini adalah dengan membersihkan ikan tuna yang sudah anda beli dengan menggunakan air bersih.
  2. Silahkan cuci bersih ikan tuna dan pastikan jika kotoran atau lendir yang ada pada ikan bisa dibersihkan dengan benar.
  3. Setelah dicuci bersih, sekarang potong tebal ikan setebal 1 1/2 cm atau sesuai dengan potongan yang anda inginkan.
  4. Masukkan kedalam wadah dengan ukuran sedang dan lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan taburan sedikit garam untuk menghilangkan bau amis yang menempel pada ikan.
  5. Lalu setelah itu sisihkan dan diamkan selama kurang lebih 15 menit biarkan jeruk nipis meresap pada ikan.
 
Cara Membuat Bumbu Sup Ikan Tuna:
  1. Langkah pertama untuk membuat bumbu sup ikan adalah dengan memanaskan minyak goreng pada wajan atau panci lalu tunggu hingga minyak menjadi panas secara merata.
  2. Setelah minyak panas, silahkan tumis bumbu yang telah dihaluskan bersama dengan serai, daun jeruk, salam dan jahe hingga tericum bau harum yang sedap dan bahan-bahan yang ditumis menjadi lebih layu dan matang secara merata.
  3. Setelah tercium bau harum sekarang silahkan masukkan tomat hijau dan aduk-aduk hingga layu.
  4. Tuangkan air kedalam tumisan bumbu dan didihkan. Lalu masukkan belimbing wuluh. Aduk-aduk belimbing wuluh hingga hampir layu dan biarkan sari asamya meresap bersama dengan kuah sup ikan.
  5. Lalu masukkan ikan tuna yang telah diberikan lumuran perasan jeruk nipis dan air. Aduk-aduk lalu berikan bumbu seperti garam dan gula pasir dan masak hingga ikan menjadi lebih matang secara merata.
  6. Menjelang diangkan, tambahkan daun bawang kedalamnya dan aduk-aduk merata sampai daun bawang yang baru saja dimasukkan menjadi lebih layu agar tidak tercium bau bawang yang menyengat.
 
RM yang menyediakan:
  1. Beautika ManadoJl. Hang Lekir No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (021) 722 6683
  2. Beautika ManadoJl. Abdul Muis No. 70, Tanah Abang, Jakarta Pusat, (021) 381 2340
  3. Beautika ManadoJl. Jendral Sudirman No. 52-53, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman (SCBD) Lot. 8, 0851-0058-2332/23, (021) 515 5157
  4. Beautika ManadoJalan Raya Kupang Indah No. 1, Surabaya, (031) 731 1647
 
Sumber:
https://selerasa.com/resep-membuat-dan-cara-memasak-sup-ikan-tuna-kuah-asam-pedas-yang-bening-dan-segar

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Panduan Memahami Asal Usul Gresik:
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Panduan Memahami Asal Usul Gresik: Dari Jejak Sejarah hingga Etimologi Nama Gresik, yang dijuluki Kota Wali karena peran pentingnya dalam penyebaran Islam di Jawa, merupakan salah satu wilayah bersejarah di pesisir utara Pulau Jawa. Memahami asal usul daerah ini tidak hanya menyangkut pengetahuan kronologis semata, tetapi juga memerlukan analisis terhadap berbagai lapisan sumber—dari prasasti kuno, naskah babad, hingga catatan kolonial. Panduan ini dirancang untuk membantu pembaca menavigasi kompleksitas historiografi Gresik secara sistematis, mulai dari etimologi nama hingga penetapan identitas administratifnya sebagai kabupaten. Sumber Sejarah dari Masa Jawa Kuno Dalam tradisi historiografi Indonesia, Gresik menempati posisi unik karena keberadaan sumber-sumber tertulis dari periode Jawa Kuno. Dua dokumen kuno menjadi landasan utama bagi para sejarawan dan budayawan dalam menelusuri akar historis wilayah ini (Sumber 3). Pertama, Babad Hing Gresik merupakan naskah sejar...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rambu Solo':
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Solo': Ketika Kematian Menjadi Perayaan Perjalanan Bagaimana mungkin kematian—yang di banyak budaya menjadi momen duka dan kehancuran—diubah menjadi sebuah pesta yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun? Bagi Suku Toraja di Sulawesi Selatan, kematian bukanlah titik akhir, melainkan pintu masuk menuju perjalanan terakhir yang memerlukan persiapan ritualistik yang rumit dan mahal. Inilah inti dari Rambu Solo' , upacara pemakaman dalam ajaran Aluk Todolo yang mengubah penguburan menjadi sebuah spektakul budaya penuh makna. Menunggu di Antara Dua Dunia Paradoks pertama dari Rambu Solo' terletak pada pengertian kematian itu sendiri. Dalam logika Aluk Todolo —kepercayaan leluhur Suku Toraja—seseorang yang baru meninggal secara fisik belum benar-benar "mati" secara spiritual. Mayat akan disimpan terlebih dahulu di dalam rumah, bukan untuk segera dikubur, melainkan menunggu waktu yang dianggap tepat (Sumber 4). Masa tunggu ini bisa berlangsung berm...

avatar
Kianasarayu