Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan
Sup Ikan Gindara
- 9 Januari 2018
Sup ikan gindara merupakan masakan berbahan dasar ikan, ikan yang digunakannya adalah ikan yang hidup dan mudah ditemukan diperairan sulawesi dan juga daerah kepulauan kalimantan dan maluku. Ikan gindara memiliki banyak sebutan diantaranya ada yang menyebut ikan opu atau juga ikan para raja. Ikan ini terkenal dengan sifatnya yang sangat agresif dan suka menyerang ketika sedang ditangkap.
 
Meski ikan gindara ini memiliki sisik yang sangat tajam dan cenderung berwarna gelap tetapi kalau sudah diolah menjadi sebuah masakan seperti dibuat sup ikan gindara bawang bombay sisiknya dihilangkan terlebih dahulu. Sup ikan gindara bawang bombay ini selain  memiliki kuah yang sedap juga kaya akan kandungan omega 3 nya yang terdapat didalam ikan gindara sehingga sangat baik sekali untuk kesehatan tubuh. Sup ikan gindara bawang bombay dibuat dengan mengunakan bahan bumbu yang mudah didapatkan karena bahan bumbunya ini sangat tradisional sekali. 
 
Dan dalam pembuatan sup ikan gindara bawang bombay sangat mudah sehingga tidak memerlukan waktu yang sangat lama. Dalam penyajiannya sup ikan gindara bawang bombay ini disajikan ketika masih hangat karena ketika disantapnya lebih terasa nikmat. 
 
 
 
Resep Sup Ikan Gindara
Bahan bumbu yang diperlukan:
  1. Ikan gindara sebanyak 200 gr ( dipotong kotak )
  2. Tomat kecil sebanyak 1 bh ( dipotong kotak )
  3. Bawang putih sebanyak 5 btr ( diiris halus )
  4. Bawang bombay sebanyak 1 btr ( diiris kotak )
  5. Gula pasir putih sesuaikan
  6. Saus tiram sebanyak 1 sdm
  7. Penyedap rasa sesuaikan
  8. Garam halus sesuaikan
  9. Air secukupnya saja ( untuk kuahnya )
  10. Minyak wijen sesuaikan
Cara Membuat Sup Ikan Gindara
  1. Tumiskan bawang putih hingga harum dengan menggunakan sedikit minyak
  2. Tambahkan tumisan dengan potongan tomat juga irisan bawang bombay, tumis hingga semuanya layu
  3. Masukkan potongan ikan gindara kedalam tumisan tersebut, aduk beberapa menit lalu tuangkan air secukupnya
  4. Lalu masukkan bahan bumbu seperti saus tiram, gula, penyedap rasa dan garam lalu siramkan minyak wijen kedalamnya. Aduk dan masak hingga semuanya menjadi matang
  5. Angkat sup ikan gindara bawang bombay dan tuangkan diwadah saji
  6. Sup ikan gindara bawang bombay saatnya untuk disajikan.

 

Sumber:

https://resepdanmasakan.com/resep-sup-ikan-gindara-bawang-bombay-super-lezat/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu