Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Barat Mentawai
Subbet
- 2 Desember 2017

Mentawai adalah salah satu kepulauan Indonesia yang masih mempertahankan kehidupan tradisional. Belum banyak pengaruh modernisasi di tempat ini karena tempatnya yang masih cukup terisolir. Namun sudah beberapa tempat yang mudah dijangkau dan dijadikan obyek wisata bagi para wisatawan. 

Bagi anda yang sedang mengunjungi Kepulauan Mentawai maka perut gendut mengingatkan anda bahwa jangan lupa untuk menyicipi makanan khas Mentawai yaitu Subbet. Mungkin sebagian dari anda belum pernah mendengar sebelumnya mengenai nama makanan tersebut. Namun jangan khawatir, ulasan di bawah ini merupakan artikel makanan yang bisa memberikan informasi mengenai makanan khas Mentawai yaitu Subbet.

Subbet merupakan makanan yang terbuat dari bahan keladi yang dicampur dengan kelapa parut dan pisang. Keladi merupakan jenis umbi-umbian yang hampir sama seperti talas. Perlu kita ketahui bahwa keladi ini memang menjadi makanan utama masyarakat Mentawai sejak dahulu selain sagu dan pisang. 

Sumber: http://www.perutgendut.com/read/subbet-cita-rasa-yang-unik-makanan-khas-mentawai/3152

Hal ini dikarenakan di Mentawai tidak ada tanaman padi karena tanah yang terlalu kering. Keladi yang ada di Mentawai ini ada 4 macam yaitu Sikaleleu, Silabuna, Sibiriut dan Simatane’na. Namun tidak semua jenis keladi tersebut digunakan. Penggunanya disesuaikan dengan selera masyarakat dan yang sekiranya keladi tersebut tumbuh ditempat mereka.

Lanjut untuk resep masakan Subbet, jika dilihat memang sedikit rumit namun bagi orang Mentawai memasak Subbet sangat mudah karena mereka sudah terbiasa. Hal yang harus dilakukan adalah merebus keladi hingga empuk. Setelah itu keladi ditumbuk di atas lulak dengan tutuduk(hampir sama seperti cobek) hanya saja alat ini terbuat dari bahan kayu.

Setelah dirasa halus, lalu dibentuk menjadi bulatan-bulatan. Gulingkan bulatan-bulatan tersebut di atas parutan kelapa hingga memenuhi bulatan. Untuk mendapatkan rasa yang lebih enak, maka keladi tersebut bisa ditumbuk bersamaan dengan pisang dan dicampur hingga merata. Rasa manis dari pisang akan menambah rasa nikmat subbet ini. 

Meskipun Subbet bukan makanan utama seperti di Siberut, namun Subbet harus ada dalam punen. Tahukah anda para pecinta perut gendut, ternyata keladi tidak hanya bisa dinikmati dalam bentuk subbet melainkan bisa dengan cara merebusnya saja kemudian memakannya tanpa ditambahkan bumbu. 
Seperti yang telah disebutkan dalam artikel masakan di atas, rasa keladi hampir sama seperti talas atau ketela yang cenderung tidak berasa. Dahulunya perebusan keladi menggunakan bambu, namun hal itu terlihat sangat rumit sehingga masyarakat Mentawai lebih memilih merebusnya menggunakan panci saja.

Itulah salah satu artikel masakan yang membahas makanan khas Mentawai yaitu Subbet. Meskipun tidak terlalu populer, namun Subbet menjadi makanan khas kepulauan Indonesia yang masih tradisional dan sangat unik yang perlu anda coba. Tidak hanya nikmat, resep makanannya pun sangat mudah dibuat di rumah.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan?
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Lontar Usada Bali: Warisan Pengobatan Nusantara yang Terlupakan? Identitas dan Asal-Usul Lontar Usada Bali adalah naskah klasik yang mengkategorikan diri dalam ranah pengetahuan dan praktik pengobatan tradisional (usada) di Nusantara [S1], [S3]. Naskah-naskah ini secara spesifik ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan aksara dan bahasa Bali Kuna hingga Bali Tengahan [S1]. Kategorinya dalam sistem Warisan Budaya Takbenda Indonesia masuk dalam domain "Pengetahuan dan kebiasaan perilaku mengenai alam dan semesta," sejalan dengan penetapan praktik serupa seperti Pengobatan Tradisional Raksa Jasad [S2]. Asal-usul historisnya di Bali seringkali dilekatkan pada periode pengaruh Majapahit dan penyebaran agama Hindu, meskipun sayangnya, belum ada sumber dari daftar yang secara pasti mengungkap waktu dan tokoh awal penciptaan teks-teks ini. Salah satu versi mengaitkan proses kodifikasi dan pengembangan sistem pengobatan ini dengan peran Dang Hyang Nirartha, seorang tokoh...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kedatuan Luwu: Salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan yang jejak sejarahnya berkelindan erat dengan mitolo Identitas dan Asal-Usul Kedatuan Luwu diidentifikasi sebagai salah satu peradaban tertua di Sulawesi Selatan, dengan jejak sejarah yang terjalin erat dengan mitologi, tradisi lisan, dan bukti arkeologis [C11]. Sejarah awal Luwu tidak terlepas dari kisah kosmologis mengenai kedatangan manusia pertama ke bumi, yang menjadi dasar pembentukan tatanan sosial dan kekuasaan di wilayah tersebut [C12]. Kedatuan ini merupakan salah satu dari tiga kerajaan Bugis pertama yang tercatat dalam epik I La Galigo , bersama dengan Wewang Nriwuk dan Tompotikka [S1]. Pendirian Kedatuan Luwu diperkirakan terjadi pada abad ke-14 [C4], dengan Tumanurung sebagai Datu Mappanjunge' ri Luwu pertama pada tahun 1300-an [C3]. Kedatuan ini berlanjut hingga sekarang [C1], meskipun tidak memiliki mata uang sendiri dan menggunakan sistem barter [C5]. Luwu bersama kerajaan-kerajaan lain diakui sebag...

avatar
Kianasarayu