Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Banyumas
Soto Sokaraja
- 4 Oktober 2017

Soto Sokaraja adalah salah satu resep masakan nusantara yang berasal dari wilayah Kabupaten Banyumas Kecamatan Sokaraja Jawa Tengah. Soto yang merupakan salah satu menu andalan di wilayah kabupaten Banyumas ini sering disebut dengan Soto Sokaraja dan Sroto Sokaraja oleh orang Banyumas Asli. pada umumnya Soto Sokaraja ini hampir sama dengan soto-soto di Nusantara Indonesia. yaitu hidangan berkuah dengan isian suwiran daging, sayuran seperti tauge, daun bawang, soun atau mie dan aneka bahan lainnya.

Soto Sokaraja Asli pada umumnya menggunakan suwiran daging ayam yang sebelumnya direbus dan digoreng dengan bumbu yang lezat sehingga daging yang digunakan terasa sangat gurih. namun perkembangnya jaman, Soto SOkaraja pun sekarang ini memiliki banyak sekali variasi. dari Soto Sokaraja Daging sapi, Soto Sokaraja Kecik, Soto Sokaraja Babat dan lain sebagainya. namun Soto Sokaraja Purwokerto ini memiliki ke khas-an yang tidak bisa didapat di soto-soto lainnya.

Ke khas-an dari Soto Sokaraja Asli adalah potongan ketupat didalamnya dan disajikan dengan sambal kacang / bumbu kacang. sehingga tak aneh lagi jika Soto Sokaraja Enak ini sering disebut juga dengan Soto Sokaraja Sambal Kacang. jika dilihat dari penyajian, soto sokaraja Asli Banyumas memang berbeda dengan Soto Kuah Kuning, Soto Betawi, Soto Kuah Bening, Soto Ayam, Soto Bogor, Soto Daging Sapi dan Soto-soto lainnya yang biasanya disajikan dengan sepiring nasi putih. jadi bisa dikatakan kalau isian Soto Sokaraja Banyumas lebih komplit dari aneka soto lainnya.

Untuk rasa Soto Sokaraja tentu saja sangat enak, pedas, manis, gurih dengan kuahnya yang masih panas dan segar. sangat cocok disajikan untuk hidangan makan siang dan makan malam yang istimewa. bagi para wisatawan mancanegara dan dosmetik, berburu Soto Sokaraja ketika melewati kota Sokaraja Purwokerto Banyumas Jawa Tengah ini merupakan hal yang wajib. Soto Sokaraja yang lezat merupakan masakan yang Khas dari Sokaraja, sedangkan untuk camilan yang terkenal disana adalah Getuk Goreng Sokaraja. untuk Resep Getuk Goreng Sokaraja akan kita bahas di postingan resep selanjutnya ya 🙂

Soto Sokaraja Daging paling enak disantap hangat-hangat bersama sambal kacang dengan ditemani Keripik Tempe Banyumas dan Tempe Mendoan Purwokerto Banyumas.

Cara membuat soto sokaraja tentu saja tidak sulit dan bahan baku yang digunakan pun mudah didapat dimana-mana. oh iya, sebagai pelengkap soto, biasanya soto sokaraja akan diberikan remukan kerupuk warna-warni sebelum kecap manis yang dilumurkan diatasnya. sehingga tampilan soto sokaraja pun akan semakin apik dan sangat menggoda untuk segera disantap.

Bahan-bahan Soto Sokaraja :

  • Daging ayam 1 kilo gram
  • Ketupat siap pakai secukupnya ( potong-potong kecil )
  • Soun 150 gram ( rendam dengan air, tiriskan )
  • Tauge pendek 150 gram ( cuci bersih )
  • Kedelai goreng 150 gram
  • Jahe 3 centi meter ( memarkan )
  • Daun salam 3 lembar ( untuk merebus ayam )
  • Lengkuas 4 centi meter ( memarkan )
  • Air 2.500 mili liter ( untuk merebus ayam dan kaldu )
  • Minyak goreng secukupnya ( untuk menumis dan untuk menggoreng ayam )
  • Garam secukupnya ( bisa disesuaikan dengan selera )

Bumbu Halus Soto Sokaraja :

  • Bawang merah 8 butir
  • Bawang putih 4 siung
  • Serai 2 batang
  • Kunyit 2 centi meter ( bakar )
  • Kemiri 6 butir ( sangrai )
  • Seledri 2 batang

Bahan Pelengkap Soto Sokaraja :

  • Daun bawang ( iris tipis )
  • Irisan daun seledri
  • Bawang goreng
  • Kerupuk warna warni ( merah, putih, kuning )
  • Kecap manis secukupnya

Bahan Sambal Kacang Soto Sokaraja :

  • Kacang tanah 200 gram ( haluskan )
  • Bawang goreng 3 sendok makan
  • Cabai rawit 6 buah
  • Bawang putih 2 siung
  • Garam 1 sendok makan
  • Gula merah 2 sendok teh
  • Air asam 1 sendok makan

Cara Membuat Soto Sokaraja Asli Banyumas :

  • Langkah awal rebus ayam, air, daun salam, lengkuas, dan garam hingga matang. angkat, goreng ayam hingga kuning kecoklatan, tiriskan, lalu suwir-suwir.
  • Kuah Kaldu Bumbu : Selanjutnya panaskan minyak, lalu tumis bumbu halus hingga tercium aroma wangi sedap. masukkan ke dalam kaldu ayam bekas rebusan ayam, masak di atas api kecil hingga mendidih.
  • Sambal Kacang : haluskan bawang merah, bawang putih, kencur, cabai merah, dan garam. kemudian panaskan minyak, tumis bumbu halus sambal kacang hingga harum. tambahkan gula merah, air asam, dan kacang tanah yang sudah dihaluskan tadi, aduk hingga rata. angkat, tuang air, lalu aduk rata kembali.
  • Penyajian : tata irisan ketupat yang sudah dipotong-potong tadi, tata soun, tauge, ayam suwir, daun bawang, seledri dan kacang kedelai lalu tuang kuah soto. lengkapi dengan kerupuk kanji atau kerupuk warna-warni yang diremas-remas hingga remuk, lalu taburi bawang merah goreng dan sambal kacang.

 

Sumber:

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker