Makanan Minuman
Makanan Minuman
Soto Daerah Istimewa Yogyakarta Yogyakarta
Soto Jogja
- 29 Desember 2017
Bahan yang digunakan :
  1. Ayam kampung 1 ekor ( dengan ukuran sekitar 800 gram hingga 1kg)
  2. Air bersih sebanyak 5 liter
Bumbu yang harus dihaluskan :
  1. Bawang putih 2 bonggol
  2. Bawang merah 20 butir
  3. Kemiri 6 butir ( sangrai dahulu )
  4. Kunyit 4 cm ( bakar dulu )
  5. Garam dapur 3 1/2 sendok makan
  6. Jintan 1/4 sendok teh
  7. Jahe sebanyak 5 cm
  8. Merica 15 butir
  9. Pala bubuk 1/2 sendok teh
Bahan tambahan lainnya :
  1. Daun jeruk purut 4 helai
  2. Daun salam 5 helai
  3. Kayu manis 10 cm
  4. Kayu krangean 10 cm
  5. Gula merah 50 gram
Bahan – bahan pelengkap :
  1. Nasi putih sesuaikan
  2. Kol 1/2 kg ( iris – iris halus )
  3. Taoge atau toge pendek 300 gram ( seduh dulu dengan air panas )
  4. Tomat 5 buah ( iris – iris )
  5. Bihun sesuaikan ( seduh dulu dengan air panas )
  6. Daun bawang dan juga seledri scukupnya ( iris – iris )
  7. Bawang merah goreng secukupnya
 
Cara Membuat Soto Jogja Asli Enak :
  1. Pertama – tama tuangkan air bersih kedalam panci, lalu masak hingga mendidih, jiak sudah mendidih masukkan ayam kampung bersama dengan gula merah dan juga bahan – bahan tambahan. Aduk merata dan biarkan.
  2. Tuangkan minyak goreng secukupnya pada wajan lalu tumis bumbu – bumbu yang telah dihaluskan aduk merata dan tumis terus hingga tercium aroma sedap.
  3. Tambahkan tumisan bumbu tersebut kedalam rebusan ayam tadi, masak terus hingga ayam menjadi empuk, angkat lalu tiriskan.
  4. Selanjutnya tuangkan minyak goreng yang cukup banyak kedalam wajan lalu panaskan dan jika sudah panas masukkan ayam dan goreng sebentar saja. angkat dan suwir – suwir . sisihkan.
  5. Silahkan anda saring terlebih dahulu kuah kaldu bekas rebusan ayam dan buang ampasnya, kemudian masak lagi dengan menggunakan api yang kecil hingga mendidih.
  6. Siapkan mangkuk lalu tata nasi, irisan kol, bihun yang sudah direbus, suwiran ayam. Potongan tomat, irisan daun bawang dan juga seledri.
  7. Kemudian siram kuah kaldu ayam yang sudah mendidih secukupnya dan beri taburan bawang goreng.
  8. Selesai dan siap untuk disajikan.
 
RM/Toko yang Menyediakan:
 
Soto Pak Slamet
Rumah Makan Sup
Alamat: Jalan Bibis, RT.01 / RW.09, Mejing Kidul, Ambarketawang, Gamping, Ambarketawang, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55294
Telepon: 0851-0049-2830
 
 
Sumber:
http://www.resepharian.com/resep-soto-jogja-asli-enak/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker