Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Solo
Soto Gading
- 6 September 2015

    img00230-20100718-1222.jpg

     Hampir setiap daerah memiliki makanan khas yang bernama soto. Meskipun banyak soto dari beberapa daerah kali ini penulis akan membuat soto yang khas dari daerah jawa timur yaitu Solo. Soto merupakan makanan berkuah yang dipadukan dengan bahan pelengkap lainnya seperti suwiran daging ayam,bawang daun polong yang diiris halus dan bahan lainnya. Dibawah ini adalah resep dan Cara Membuat Soto Gading khas Solo . Yuk kita simak bersama selengkapnya!

Bahan :

  • 1 kg ayam kampung yang sudah bersih
  • 150 gr bihun ( rebus dengan air panas )
  • 100 gr toge segar ( rebus dengan air panas )
  • 1batang bawang daun polong ( iris halus )
  • 2 batang seledri ( iris halus )
  • 3 lembar daun salam ( dicuci bersih )
  • 3 lembar daun jeruk purut ( dicuci bersih )
  • 1 batang serai ( memarkan )
  • air untuk merebus secukupnya
  • minyak untuk menumis secukupnya

Bumbu yang dihaluskan :

  • 2 butir kemiri sangrai
  • 3 siung bawang putih
  • 5 butir bawang merah
  • 3 cm jahe ( kupas kulitnya )
  • 2 cm kunyit ( kupas kulitnya )
  • 1/4 sendok teh biji pala
  • 1/2 sendok teh merica bubuk
  • garam secukupnya
  • gula secukupnya
  • penyedap rasa secukupnya

Bahan pelengkap :

  • bawang goreng secukupnya
  • sambal
  • buah jeruk nipis yang dipotong-potong

Cara Membuat Soto Gading khas Solo :

  1. ayam kampung direbus terlebih dahulu sampai dagingnya empuk, angkat tiriskan
  2. ayam yang sudah direbus disuwir-suwir sesuai selera
  3. tumis bumbu yang dihaluskan dengan sedikit minyak lalu masukkan daun jeruk, daun salam, dan batang serai yang dimemarkan sambil diaduk tunggu sampai layu dan harum
  4. masukkan bumbu yang ditumis kedalam air rebusan ayam kemudian masak sampai mendidih dan semua bumbu meresap, angkat
  5. siapkan mangkuk lalu masukkan bihun, ayam suwir dan toge yang sudah direbus
  6. tuangkan kuah kedalam mangkuk lalu taburi bawang daun polong, daun seledri dan bawang goreng
  7. sajikan soto gading dengan tambahan irisan jeruk nipis

Demikianlah Resep Membuat Soto Gading khas Solo. Silah ikuti resep diatas untuk membuat soto gading dirumah, selamat mencoba.

 

Sumber: http://www.resepnasional.com/cara-membuat-soto-gading-khas-solo/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker