Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Cirebon
Soto Cirebon
- 6 Juli 2015
 

     gambar-soto-ayam-khas-cirebon-yang-gurih.jpg?w=610&h=426

 

     Soto Cirebon ini mungkin buat anda yang berada di luar kota Cirebon jarang mendengarya. Tetepi ketehuilah bahwa Soto Cirebon ini memiliki cita rasa khas kota Cirebon yang cukup terkenal disana. Mangga, disimak resep Soto khas Cirebon berikut.

Bahannya:

  • 1,4 liter air untuk merebus
  • Setengah ekor ayam (usahakan ayam kampung)
  • 3 buah kentang, dikupas dan dipotong dengan bentuk dadu
  • 3 sendok makan minyak untuk menumis
  • Sesendok teh kaldu ayam instan
  • Dua batang daun bawang, silahkan dipotong sekitar ukuran 1 cm
  • 150 gram bihun, seduh dengan air panas
  • Setengah butir jeruk nipis, silahkan diperas dan ambil airnya
  • 150 gram tauge
  • 5 lembar daun kol yang diiris halus

Bumbu yang dihaluskan:

  • Sesendok teh lada butir
  • 5 siung bawang putih
  • 1,5 sendok teh garam
  • 3 cm kunyit
  • 4 butir kemiri

Bumbu-bumbu lainnya:

  • 3 cm jahe, silahkan dimemarkan
  • 4 cm lengkuas, silahkan dimemarkan
  • Dua lembar daun salam
  • 2 batang serai, silahkan dimemarkan
  • 2 sendok makan kecap manis
  • 5 lembar daun jeruk dan buang bagian tengahnya.

Bahan pelengkap:

  • Bawang goreng
  • Telur rebus
  • Sambal

Cara Membuat Soto khas Cirebon:

  1. Rebus ayam hingga matang, angkat, suwir-suwir dagingnya dan sisihkan,
  2. Tumis bumbu halus bersama jahe, serai, lengkuas, daun salam, dan daun jeruk hingga matang dan mengeluarkan aroma harum. Masukkan air, kentang dan kaldu ayam instan serta masak sampai empuk.
  3. Tambahkan daun bawang, tauge, kol dan daging ayam. Beri kecap manis dan air jeruk nipis. Didihkan kembali dan angkat.
  4. Siapkan mangkuk dan letakkan bihun ke dalamnya serta siram dengan kuah soto beserta isinya. Taburi dengan bawang goreng secukupnya dan sajikan dengan nasi, sambal dan menu pendamping lainnya.


   Selamat mencoba membuat Soto Cirebon khas Cirebon ini, semoga hasilnya memuaskan dan Semoga bermanfaat.

 

Sumber: http://www.resepmasakindonesia.com/2014/11/resep-soto-cirebon-dari-cirebon.html

 

 
 
 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker