Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Banyumas
Soto Banyumas
- 20 Desember 2015

 

Resep Cara Membuat Soto Sokaraja Khas Banyumas

Resep Cara Membuat Soto Sokaraja Khas Banyumas

Bahan-bahan :

  • Daging Ayam 1 kilo gram
  • Soun 150 gram
  • Tauge 150 gram
  • Jahe 2 cm
  • Kedelai 150 gram
  • Air 2.500 mili (rebus kaldu ayam serta rebus ayam)
  • Lengkuas 4 cm (memarkan)
  • Daun salam 3 lembar
  • Minyak goreng (secukupnya)

Bumbu yang harus dihaluskan :

  • Bawang merah 8 biji
  • Bawang putih 4 siung
  • Seledri 2 batang
  • Serai 2 batang
  • Kemiri 6 butir
  • Kunyit 2 cm

Bahan pelengkap untuk membuat soto sokaraja khas Banyumas :

  • Irisan daun bawang 3 sendok makan
  • Bawang goreng 3 sendok makan
  • Kerupuk (sesuai selera)
  • Irisan seledri 2 sendok makan

Cara Membuat Sambal Soto Sokaraja khas Banyumas :

  • Bawang goreng 3 sendok makan
  • Kacang tanah 200 gram (haluskan)
  • Bawang putih 2 siung
  • Cabai rawit 6 buah
  • Garam 1 sendok makan
  • Air asam 1 sendok makan
  • Gula merah 2 sendok teh

Semua bahan yang tadi silahkan haluskan dengan menggunakan blender atau pun ditumbuk secara alami.

Cara Membuat Soto Sokaraja Khas Banyumas :

  1. Pertama-tama silahkan rebus air, ayam, lengkuas, garam dan daun salam hingga matang. Setelah itu silahkan goreng ayam tersebut hingga matang (berwarna kuning keemasan). Angkat dan tiriskan
  2. Kemudian tumis bumbu yang telah dihaluskan tadi hingga menghasilkan aroma yang sedap. Nah setelah itu tuangkan kedalam kaldu ayam bekas rebusan ayam tadi. Setelah itu silahkan masak dengan menggunakan api kecil. Tunggu hingga mendidih.
  3. Cara membuat sambal sokaraja. Pertama-tama silahkan tumis semua bumbu-bumbu yang telah dihaluskan tadi hingga menghasilkan aroma yang sedap dan jangan lupa tambahkan air asam. gula merah serta kacang tanah giling. Aduk-aduk hingga rata dan jangan lupa tuangkan air kembali.
  4. Nah setalah itu silahkan tata daging ayam yang telah di suwir-suwir, daun bawang, kacang kedelai, tauge, telur, dan seledri. Kemudian silahkan tuangkan kuah soto dan jangan lupa sajikan dengan menggunakan kerupuk warna warni (sesuai selera), bawang putih goreng, serta tambahkan sambal.
  5. Soto sokaraja khas Banyumas sudah siap disajikan.

Sumber:http://berbagairesep.com/resep-cara-membuat-soto-sokaraja-khas-banyumas/

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu