Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Dan Minuman Jawa Timur Lamongan
Soto Ayam Asli Lamongan
- 20 Desember 2015

 

Soto ayam Lamongan memang merupakan masakan nusantara yang sangat terkenal di seluruh pelosok negeri. Dengan rasa yang lezat dan banyak yang suka maka kami tim admin dari resepmasakan13 akan memberikan resep nya bagi bunda dan sista dirumah.

Soto Ayam Lamongan Asli ini banyak sekali yang menjual dan mungkin bisa menjadi inspirasi anda untuk menjual soto lamongan dalam warung makan anda. Porsi yang dihasilkan dalam resep ini adalah 6 buah porsi soto ayam lamongan asli dan enak. Jika anda ingin menambah porsi tentunya hanya menambah bahan nyang kita butuhkan.

 

Bahan soto ayam lamongan :

  • 1 ekor ayam kampung belah menjadi 4 bagian
  • 2000 ml air
  • 6 lembar daun jeruk, buang tulang daunnya
  • 3 batang serai memarkan
  • 1 sendok makan gula pasir
  • 1 sendok teh merica bubuk
  • 2 sendok makan garam
  • minyak untuk menumis dan menggoreng

Bumbu yang kita haluskan :

  • 6 siung bawang putih
  • 2 cm jahe
  • 4 butir kemiri sangrai
  • 4 cm kunyit dibakar
  • 10 butir bawang merah

Bahan sambal :

  • 1/4 sendok teh garam
  • 12 buah cabai rawit merah
  • 3 siung bawang putih
  • 4 buah cabai merah

Cara membuat soto ayam lamongan :

  1. Pertama kita rebus air sebanyak 2 liter air (2000 ml) dan tentunya ayam yang telah dipotong menjadi 4 bagian hingga mendidih.
  2. Kita panaskan minyak (kira kira 2 sendok makan) dan tumis bumbu yang telah dihaluskan dengan daun jeruk dan serai hingga menjadi harum. Kemduian kita tuang dalam air rebusan ayam.
  3. Masukkan juga merica bubuk, garam dan juga gula pasir. Masak hingga matang dan angkat dan keluarkan daging ayam.
  4. Setelah itu kita panaskan minyak yang agak banyak dan goreng daging ayam hingga kecokelatan. Angkat ayam dan suwir suwir.
  5. Membuat bahan sambal untuk soto ayam : Kita rebus cabai rawit merah, bawang putih dan cabai merah hingga layu. Angkat dan taruh bersama garam kemudian kita haluskan.
  6. Penyajian soto ayam lamongan : Kita sajikan kuah soto dengan daging ayam suwir, sambal dan tentunya bahan pelengkap.

Nah demikian cara membuat soto ayam lamongan asli enak dan lezat. Bahan pelengkap dari soto ayam lamongan ini diantaranya adalah 50 gram soun seduh kemudian kita tiriskan, 2 batang seledri kita cincang kasar, 2 buah tomat potong potong, 2 sendok makan bawang goreng sebagai bahan taburan, 100 gram tauge, 3 butir telur rebus potong atau belah menjadi dua dan 100 gram kol iris iris.
 

 

Tempat membeli:
Soto Ayam Lamongan Cak Har

Jalan Arief Rachman Hakim, Keputih, Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60111
Tel. 0821-4059-3009
 

Sumber: http://resepmasakan13.blogspot.co.id/2014/06/resep-soto-ayam-lamongan-asli.html

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker