Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Klaten
Sop Ayam Klaten
- 25 November 2017

Sop Ayam merupakan salah satu makanan khas dari Klaten, Jawa Tengah. Bahan-bahan yang digunakan sama seperti sop pada umumnya, dan bumbunya pun juga sama hanya saja sop ini kaya akan rempahnya. Penasaran?

Berikut bahan-bahan yang kalian butuhkan untuk membuat kuliner ini beserta langkah pembuatannya :

Bahan-bahan :

  • 1,2 kg ayam (saya campur daging dan ceker)
  • 1 batang wortel ukuran besar, iris bulat
  • 3 batang bawang prei, potong2
  • 5 batang seledri, potong2
  • 1 buah tomat, rajang kasar

Bumbu :

  • 8 siung bawang putih, cincang
  • 3 lembar daun jeruk, robek bagian tengahnya
  • 2 batang serai, ambil bagian putihnya lalu keprek
  • 3 ruas jari jahe, keprek
  • 2 biji bunga lawang
  • 3 biji kapulaga
  • 2 biji cengkeh
  • 1 batang kulit kayu manis
  • 2 sdt Merica bubuk
  • 1 sdt pala bubuk
  • 1 sdt kaldu ayam bubuk (optional)
  • 1 sdt Gula
  • Secukupnya Garam

Bawang goreng :

  • 4 butir bawang merah, iris tipis
  • 1 siung bawang putih, iris tipis

Langkah pembuatannya :

  1. Cuci bersih ayam dan cekernya, kemudian potong ayam menjadi lebih kecil. Rebus ayam sebentar, setelah itu buang airnya. Rebus kembali ayam sampai empuk, lalu sisihkan keduanya. Air rebusan yang kedua jangan dibuang ya, karena untuk kuah kaldu.
  2. Siapkan bumbu-bumbu.
  3. Tumis bawang putih, merica, dan kayu manis sampai harum.
  4. Masukkan tumisan bawang putih tadi dan bumbu lainnya ke rebusan ayam. Masukkan juga sebagian seledri dan bawang prei. Rebus sampai ayam benar-benar empuk.
  5. Setelah ayam sudah benar-benar empuk, masukkan wortel, tomat, sisa bawang prei dan seledri. Kemudian koreksi rasanya ya. Rebus sampai wortel matang, dan jangan terlalu empuk. Jika semua sudah matang, matikan kompor.
  6. Selanjutnya adalah membuat bawang goreng dengan cara menyiapkan bahan bawang goreng yakni irisan bawang merah dan bawang putih. Kemudian goreng sampai kering keemasan. Angkat dan tiriskan.
  7. Hidangkan sop ayam di mangkuk dan taburi dengan bawang goreng. Sop ayam Klaten siap disajikan.

SELAMAT MENCOBA

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Sop Ayam Klaten
Makan Malam
Alamat: No 1, City Tower Borneo CL 20, Gg. Madrasah, RT.11, Kalibata, Jakarta Selatan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12570
Telepon: 0823-2506-9190

 

Sumber :

https://cookpad.com/id/resep/3164331-sop-ayam-klaten

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah