Kepulauan Riau khususnya pulau Bintan, anda pasti akan mendengar gonggong khas makanan daerah tersebut. Meski namanya aneh, ini merupakan salah satu makanan khas yang tidak boleh dilewatkan.
Gonggong merupakan nama jenis siput laut, yang hanya terdapat di perairan sekitar pulau tersebut. Oleh penduduk sekitar, siput laut ini kemudian diolah menjadi masakan yang lezat rasanya. Maka tak salah jika gonggong dikatakan sebagai makanan khas di Pulau Bintan.
Mengenai rasa, daging siput gonggong yang telah dimasak dijamin enak. Tak heran jika penggemar daging siput ini bukan hanya masyarakat Pulau Bintan saja, namun juga dari daerah lain. Banyak orang dari luar Pulau Bintan, seperti Bangka, Batam, dan Belitung bahkan dari luar Kepulauan Riau, tidak mau melewatkan kesempatan menikmati siput gonggong jika datang berkunjung.
Biasanya, gonggong disajikan dengan cara yang cukup sederhana, yakni direbus bersama dengan garam dan irisan jahe yang berguna untuk menghilangkan bau amis. Untuk menambah cita rasa, gonggong yang telah direbus dapat disantap bersama sambal.
Nah, sambal yang disajikan bersama gonggong rebus ini berbeda-beda, bergantung pada warung yang Anda kunjungi. Ada yang menggunakan sambal kacang, sambal tauco, atau sambal kecap.
Untuk memakan siput gonggong dibutuhkan cara khusus, yakni menggunakan bantuan tusuk gigi agar daging bisa diambil dari cangkangnya. Cara menariknya pun harus dengan trik khusus yaitu mengikuti bentuk cangkang siput tersebut. Jika sembarangan dagingnya akan putus dan Anda akan sulit untuk mengorek-ngoreknya lagi.
Ingin tahu dimana bisa mendapatkan siput gonggong? Anda tak perlu bersusah payah karena hampir setiap restoran sea food yang banyak tersebar di Kota Tanjungpinang dan Kebupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menyediakan gonggong sebagai salah satu menunya.
Mengenai harga, seporsi hidangan gonggong tidak bisa dibilang murah. Untuk menikmatinya, Anda perlu merogoh saku sebesar Rp50 ribu-Rp75 ribu
source:
https://punyaossa.wordpress.com/2012/05/28/siput-gonggong-makan-khas-kepulauan-riau/
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...