Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Nusa Tenggara Barat Sumbawa
Singang Kepiting
- 6 November 2017

Singang merupakan kuliner khas dari Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kuliner ini biasanya menggunakan seafood sebagai bahan utamanya. Kalian bisa memilih ingin menggunakan seafood yang mana seperti ikan, cumi, kepiting, udang, dan lainnya. Cita rasa dari kuliner ini pedas, asam dan segar, sehingga cocok sekali disajikan dengan nasi hangat.

Berikut bahan-bahan yang kalian butuhkan untuk membuat kuliner singang ini beserta langkah pembuatannya :

* Dalam resep ini menggunakan kepiting sebagai bahan utamanya

Bahan-bahan :

  • 5 ekor kepiting ukuran sedang (500grm)
  • 5 siung bawang putih
  • 10 siung bawang merah
  • 10 buah cabe keriting
  • 20 buah cabe rawit (sesuai selera)
  • 10 butir kemiri
  • 30 mata asam jawa encerkan dengan 100ml air
  • 300 ml air putih
  • 1 cm kunyit
  • 1 cm lengkuas
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 1/2 sendok teh penyedap (bila perlu)
  • 10 lembar daun rukku
  • Air secukupnya

Langkah pembuatannya :

  • Siapkan kepiting, rebus sampai setengah matang. Setelah itu bersihkan kepiting dengan cara disikat, buka cangkang dan cabut insangnya. Kemudian cuci lagi sampai bersih dan sisihkan.
  • Siapkan bumbu-bumbu ( bawang merah, bawang putih, semua cabe, kemiri, kunyit, lengkuas, gula dan garam.)
  • Uleg bumbu tersebut sampai halus.
  • Tumis bumbu yang telah dihaluskan tadi hingga harum.
  • Jika bumbu sudah harum, masukkan kepiting dan aduk rata hingga bumbu meresap.
  • Tambahkan air sebanyak 300ml, dan air asam sebanyak 100ml (air asam bisa dikurangi sesuai selera ya). Setelah itu aduk rata.
  • Setelah masakan mendidih, masukkan daun rukku ( daun nya beraroma wangi, bertujuan untuk menghilangkan bau amis dan menambah nafsu makan). Jika kalian tidak punya daun rukku, bisa diganti dengan daun kemangi. Aduk rata.
  • Koreksi rasa nya sudah pas atau belum. Tambahkan penyedap rasa jika suka. Tunggu dan masak hingga kepiting matang. Jika sudah matang, angkat kepiting.
  • Letakkan kepiting dipiring, kemudian siram dengan bumbu. Singang kepiting siap disajikan.

SELAMAT MENCOBA

Sumber :

https://cookpad.com/id/resep/2776824-singang-kepiting

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah