Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Barat
Si Kaya Dan Si Miskin
- 28 Desember 2018

Adalah sebuah cerita, murah berharga satu, mahal berharga dua. Adalah seorang yang akan memohon kepada Tuhan. Ia membuat sepasang canang, hanya sepasang.

"Nah, dimana saja terdapat pura kesana kita pergi memohon."

Konon pergilah ia. Pergilah ia, lalu menjumpai pohon beringin kembar.

Di bawah pohon beringin itu terdapat sebuah batu sebesar ruang tamu. Demikianlah keadaan di tempat itu.
"Nah, disini tempat kita memohon."

Lalu ia menyapu. Setelah selesai menyapu, ia mempersembahkan canang. Setelah mempersembahkan canag, datanglah Batara.

"Ya, I Men Daak dan I Pan Daak datang. Apa yang akan kamu minta?"

"Hamba memohon sesuatu karena hamba miskin. Itulah yang hamba mohon."

"Oh, inilah. Ini kuberi engkau tiga mata uang." Doberilah mata uang itu, tiga kepeng. "Nah, bantinglah uang itu di atas batu itu. Itu batu, banting ketiga-tiganya."

Lalu dibantingnya ketiga-tiganya. Demikianlah terjadi,... setelah uang itu dibanting, entah dari mana datangnya kain bertumpuk di sampingnya. Uang juga bertumpuk di sampingnya.

"Meh, sekarang semuanya....... Pergilah gunakan itu untuk berbelanja."

Demikianlah Batara memang.

"Sekarang kamu sudah memilik uang untuk berbelanja. Untuk berganti pakaian juga ada. Nah, pulanglah."

Lalu mereka mohon pamit, dan segera pulang. Sang suami memikul, sang isteri menjunjung. Lalu pulanglah mereka oleh karena sudah memperoleh kekayaan.

Setiba di rumah,.... semua berganti pakaian. Mereka keramas Suami isteri itu sudah keramas, lalu berganti pakaian. Kain yang dipakai semula dibuang, karena sudah tidak dapat dipergunakan lagi. ilemparkan. Kebetulan tetangga dari sebelah timur menoleh.

"I.... lihatlah Men Daak kedua-duanya baru pertama kali berganti pakaian. Caobalah lihat dimana mereka memperoleh semuanya itu." Lalu ia pergi ke tetangga sebelah barat.

"E, Men Daak, bi kok pada berkeramas dan berganti pakaian. E, dimana kau mencari hingga ada dipergunakan?"
Kawannya di sebelah timur itu orang kaya.

"Kok ada yang kau pergunakan."

"E.... kami berdua pergi memohon. Kami membuat sepasang canang.DIsana terdapat sepasang pohon beringin, tempat kami memohon. Ada juga batu.Di batu itu kami menempatkan canang kami yang dua itu, untuk memohon. Setelah selesai saya menyapu lalu Batara datang. Dianugerahinya saya uang tiga keping. Diperintahkannya agar saya membanting uang itu. lalu saya banting. E..... entah dari mana datangnya, tiba-tiba uang dan kain bertumpuk di samping saya. Apa hendak dikata, lalu saya segera pulang."
Lalu tetangga yang bertanya itu pergi.

"E, pak," katanya setibanya di rumahnya. "Dia anu, katanya I Men Daak pergi mepinunasan. Lalu sekarang ia memiliki barang-barang untuk berganti pakaian. Ia dianugerahi tiga mata uang keping. Disuruh membanting, itulah sebabnya mengapa ia memilik barang-barang banyak. Ayolah mari kita pergi mepinunasan."

"Buatlah canang." Ia un membuat sepasang canang.

Orang kaya, e..... rumahnya disemen semua.

Lalu mereka berdua pergi ke pura, tempat Men Daak memohon. Tempat itulah yang dituju.

Nah, kini diceritakan datanglah Batara.

"Ini, I Nang Sogih datang. Apa yang kau ingini?"

"I.... hamba memohon agar banyak memiliki kekayaan.

"O, begitu! Nah, kuberikan tiga mata uang kepeng. Inilah. Banting satu demi satu."

"Ya," lalu ia menyembah. Setelah itu lalu ditinggalkan oleh Batara. Lalu ia memohon. Lalu dibantingnya uang itu sebuah. Dibanting sebuah.

"Eh, semoga Batara berkenan pada hamba." Dibanting sebuah. Tiba-tiba alat kelamin si suami dipakai subang oleh isteri. Dipakai subang, dipakai anting-anting, diapakai kalung, dipakai gelang. Tak ada barang lain yang dipakai.

Demikianlah. Sedang si suami memakai semua perabot si isteri. Itu jiga dipakai rombing. Demikianlah.

"Mi......nah! kok begini jadinya." katanya, "malu kita pulang."

"Malu kita pulang sekarang, jika seperti in perhiasan kita. Pastimalu kita pulang."

"A, bukankah uang itu masih?"

"Masih, masih tinggal dua."

"Nah, banting itu. Nah, agar anu, agar hilang itu. Agar hilang ini. Agar pergi semuanya."

Benarlah dibanting. Dibanting sebuah lagi.

"Lho, kok hilang semua."

"Kamu meminta agar hilang, kan sekarang hilang semua. Sekarang apa akal, kita semua tak punya milik jadinya."

"O, nah, beginilah caranya. Bantinglah yang itu sebuah lagi, agar semua kembali seperti semula. Begitulah caranya."

Dibantinglah uang yang sebuah lagi agar kembali seperti semula. Nah, terjadilah seperti yang dikehendaki.

Demikianlah. Maka semua pun sudah kembali seperti semula. Lalu mereka pulang tak membawa sesuatu apa. Tidak terkabul permohonannya. Orang tamak.

Tidak boleh kita tamak. Kalau kita sudah kaya, lalu tambah rakus agar berkelebihan, seperti itulah yang diperoleh.

 

 

sumber:

  1. Alkisah Rakyat (http://alkisahrakyat.blogspot.com/2017/05/si-kaya-dan-si-miskin.html)

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum