Sendok tempurung ini digunakan untuk mengambil sayur dari kuali ukuran besar. Bentuk sendok tempurung sama dengan “sendok”, hanya saja tangkai sendok tempurung sayur ini tidak terlalu melengkung. Pada ujung tangkainya melebar dan pipih, ada juga yang sedikit melengkung,
Panjang seluruhnya adalah 95 cm, lebar ujung batang 8 cm lalu mengecil hingga batas lengkungan batang. Diameter tempurung 15 cm dengan kedalaman 7 cm. Cara membuat sendok tempurung sayur sama dengan cara membuat sendok tempurung buah hanya saja pada sendok tempurung sayur tempurungnya tidak dilubangi.
Zaman sekarang sendok tempurung sayur sudah tergantikan oleh sendok sayur yang terbuat dari aluminium. Sendok sayur ini tentulah lebih bersih dari sendok tempurung yang terbuat dari tempurung kelapa, sehingga lebih higenis. Sendok sayur modern juga lebih ringan sehingga lebih mudah digunakan dan juga lebih awet atau lebih lama penggunaannya.
Cara menggunakan sendok tempurung ini sama dengan cara menggunakan sadou, hanya saja sadau hanya digunakan untuk mengaduk sedangkan sendok tempurung digunakan untuk mengambil sayur dari kuali besar. Sendok tempurung digunakan pada acara-acara besar, seperti pesta perkawinan, sunatan, dan lain-lain. Setelah alat ini digunakan, dibersihkan kemudian di jemur di sinar matahari, kemudian simpan sendok tempurung sayur disandarkan ke dinding dekat rak piring.
Sendok tempurung sayur ini memiliki pantangan dan penangkal bala. Bila sendok patah, orang yang mematahkan akan mendapatkan kesulitan atau dapat menyebabkan sakit. Untuk menghilangkan bala tersebut orang yang bersangkutan harus berlari mengelilingi rumah sebanyak tujuh kali tanpa menggunakan sehelai pakaian pun. Sehingga kegiatan tersebut hanya dapat dilakukan saat tengah malam saja. Setelah itu orang tersebut harus masuk ke dalam sumur, kolam atau parit yang ada di belakang rumah. Lalu orang tersebut mandi air bersih dan mengambil sendok yang telah patah tersebut kemudian dibakar. Tempat pembakaran sendok harus jauh dari rumah, bahkan asapnya pun tidak boleh sampai ke rumah karena akan mendapatkan bala. Selesai membakar sendok, orang tersebut harus mencorengkan arang dari sendok tadi ke keningnya barulah pulang ke rumah kemudian membaca selawat.
Sumber: http://dyahhandayani6arega11.blogspot.co.id/2014/06/alat-alat-memasak-tradisional-suku.html
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Untuk membuka blokIr (BRImo) yang terblokIr. Anda bisa menghubungi Layanan CS BRI di Nomor WhatsApp+: (+62817. 7641 4017.))) atau 1500017 atau Anda Bisa lakukan lupa username atau password" pada halaman login aplikasi {BRImo}.
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...