Makanan Minuman
Makanan Minuman
Camilan, jajanan Jawa Timur Malang
Sempol Ikan Tenggiri Sayuran
- 30 November 2017

Sempol merupakan jajajan dan camilan khas Malang, Jawa Timur. Pada umumnya sempol dibuat menggunakan daging ayam. Tetapi semakin berkembangnya jaman, sempol semakin dimodif menggunakan bahan-bahan lain contohnya menggunakan ikan dan sayuran. Rasanya yang tetap nikmat, dengan kandungan sayur yang bermanfaat mampu menjadikan camilan ini menjadi camilan sehat dan baik untuk anak-anak. Tertarik mencoba?

Berikut bahan-bahan yang kalian butuhkan untuk membuat camilan ini beserta langkah pembuatannya :

Bahan-bahan :

  • 500 gram daging ikan tenggiri giling
  • 1 labu siam ukuran kecil
  • 1 buah wortel ukuran kecil
  • 3 batang daun kucai (ambil yang berwarna hijau)
  • 1 butir telur ayam
  • 3 sdm Tepung terigu
  • 10 sdm tepung tapioka
  • 1 bks kaldu ayam bubuk
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • secukupnya garam

Bumbu halus :

  • 6 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • bawang digoreng dalam keadaan utuh hingga layu lalu kupas.

Bahan pelengkap :

  • Saos sambal dan saos tomat

Langkah pembuatannya :

  1. Siapkan ikan giling dalam wadah cukup besar.
  2. Kupas labu siam kemudian parut halus. Kalian boleh menghaluskan menggunakan blender yang diberi sedikit air tetapi setelah itu saring dan tiriskan agar kandungan airnya keluar.
  3. Campurkan labu siam pada ikan giling.
  4. Aduk semua hingga merata.
  5. Masukan telur, kaldu ayam bubuk, bumbu halus, merica, dan garam.
  6. Aduk rata dan cicipi rasa asinnya. Rasanya jangan hambar karena nanti akan ditambahkan tepung, jadi pastikan rasanya pas.
  7. Aduk sampai semuanya tercampur rata.
  8. Cuci bersih wortel dan daun kucai. Setelah itu potong wortel menjadi dadu kecil kecil dan daun kucai di rajang tipis.
  9. Campurkan sayur-sayuran pada adonan ikan.
  10. Aduk-aduk sampai sayuran tercampur.
  11. Masukan tepung terigu dan tepung tapioka.
  12. Aduk hingga tercampur rata, koreksi lagi rasanya. Jika sudah pas, adonan bisa di bentuk menjadi sempol.
  13. Olesi kedua tangan dengan sedikit minyak goreng, lalu ambil sedikit adonan dan bentuk bulat memanjang.
  14. Ambil tusukan sate kemudian tusukan persis ditengah bulatan adonan.
  15. Kemudian giling menggunakan kedua telapak tangan hingga adonan memanjang.
  16. Lakukan sampai semua adonan habis.
  17. Rebus air dalam panci yang agak besar, biarkan mendidih. Lalu masukan sempol ke dalam air mendidih.
  18. Jika sempol mengambang di atas permukaan air, berarti sempol sudah matang.
  19. Angkat sempol dan tiriskan.
  20. Kocok telur agak lama lalu beri sedikit garam atau kaldu bubuk.
  21. Gulingkan dan balurkan sempol pada kocokan telur.
  22. Goreng dalam minyak yang cukup banyak. Bolak balikan sempol sampai semua matang merata dan berwarna kecoklatan.
  23. Setelah matang, angkat dan tiriskan.
  24. Sempol ikan tenggiri sayuran siap disajikan dengan saos sambal atau saos tomat.

SELAMAT MENCOBA

Sumber :

https://cookpad.com/id/resep/2564588-sempol-ikan-tenggiri-sayuran-dandelion

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker