Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Malang
Sempol Ayam Tempe
- 5 Desember 2018

Sempol Ayam Tempe #2 recipe main photo

 

Bahan-bahan

 
  1. 250 gram filet dada ayam
  2. 350 gram tempe/1 lenjer
  3. 4 sdm tapioka
  4. 4 btg daun bawang
  5. 1 bh wortel
  6. 1 bks lada bubuk/ me ladaku
  7. 4 siung bawang putih
  8. 4 bh bawang merah
  9. 2 btr telur
  10. Secukupnya garam, gula pasir, penyedap rasa dan tusuk sate

Langkah

 
  1. Tempe potong2 lalu kukus selama 15 menit

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 1 photo
     
     
     
     
  2. Iris daun bawang. Parut kasar wortel. Bawang putih dan bawang merah iris lalu goreng dahulu.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 2 photo
     
     
     
     
  3. Haluskan dada ayam bersama telur bawang merah dan bawang putih goreng. Tambahkan pula penyedap rasa, garam, gula dan lada bubuk. Tambahkan air es atau es batu.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 3 photo
     
     
     
     
  4. Haluskan tempe yg telah di kukus. Tambahkan sedikit air agar mudah prosesnya.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 4 photo
     
     
     
     
  5. Campurkan daging ayam, tempe, wortel, dan daun bawang dalam wadah. Sementara itu jerang air hingga panas saja.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 5 photo
     
     
     
     
  6. Aduk rata dan tambahkan tapioka. Test rasa.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 6 photo
     
     
     
     
  7. Ambil 1 sdm adonan lalu buat sempol dengan tusuk sate. Beri minyak tangan agar mudah membuat sempolnya.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 7 photo
     
     
     
     
  8. Masikan sempol ke dalam air yang telah panas. Bila sudah mencukupi panaskan air hingga mendidih dan sempol menngapung/matang.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 8 photo
     
     
     
     
  9. Angkat sempol yang telah matang, tiriskan.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 9 photo
     
     
     
     
  10. Sempol siap di goreng.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 10 photo
     
     
     
     
  11. Simpan di prizer untuk stock camilan.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 11 photo
     
     
     
     
  12. Kocok lepas 1 telur, beri penyedap rasa/garam. Lalu balur rata sempol.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 12 photo
     
     
     
     
  13. Goreng sampai terendam sempol, pergunakan api sedang cendrung kecil

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 13 photo
     
     
     
     
  14. Goreng hingga kuning kecoklatan lapisan telurnya.

    Sempol Ayam Tempe #2 recipe step 14 photo

     

     

    https://cookpad.com/id/resep/6044830-sempol-ayam-tempe-2

     

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker