Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Solo
Selat Solo ber-Kuah Bistik
- 8 Desember 2018

Bahan-bahan

 
  1. 300 gr daging sapi
  2. 2 wortel uk sedang
  3. 10 batang buncis
  4. 2 kentang uk sedang
  5. 3 bawang putih goreng (buat taburan)
  6. Bumbu daging supaya g bau dan meresap sampai kedalam:
  7. 1/4 potong jeruk nipis
  8. 1/4 sdt garam
  9. Kecap secukupnya (selera)
  10. Bubuk paprika/lada
  11. Saos tiram
  12. Mentega u/ menggoreng
  13. Bumbu buat kuah:
  14. 1 bombay di cincang
  15. 2 bawang putih dcincang
  16. 1 daun pre sedang
  17. 1 gula merah (me 1/2 ⭕)
  18. 2 sdm madu
  19. 1 sdt garam
  20. secukupnya Kecap
  21. secukupnya Saus tiram
  22. Minyak goreng
  23. secukupnya Air
  24. Sejuput bubuk paprika, lada hitam, mix herb, oregano, basil
  25. Saos sambal (selera)

Langkah

60 menit
  1. Jangan lupa selalu mencuci bahan2 sblm di olah ya momies

     
     
     
  2. Pertama siapkan daging, iris tipis2, masukan wadah dan beri perasan jeruk nipis, garam, kecap, bubuk paprika dan saos tiram lalu aduk ato campur biarkan sembari menyiapkan yg lain (me prepare mlm n save di kulkas)

    Selat Solo ber-Kuah Bistik (daging Iris) ala Benz recipe step 2 photo
     
     
  3. Potong panjang wortel, buncis, dan kentang lalu rebus sampai lunak (untuk bentuk potongan selera ya mom) >>> saya rebus lama karna menu jua buat si baby tp g sampai momot, lalu tiriskan 😂😂😂 ya moms #apa itu momot 😂😂😂 #itu potato saya rebus dgn dbelah jd 2 dulu baru stlh matang dpotongin

    Selat Solo ber-Kuah Bistik (daging Iris) ala Benz recipe step 3 photo
     
     
  4. Sembari nunggu point 3, saya cincang bawang putih dan bombay

    Selat Solo ber-Kuah Bistik (daging Iris) ala Benz recipe step 4 photo
     
     
  5. Potong bawang pre

    Selat Solo ber-Kuah Bistik (daging Iris) ala Benz recipe step 5 photo
     
     
  6. Potong tipis bawang putih dan goreng matang

    Selat Solo ber-Kuah Bistik (daging Iris) ala Benz recipe step 6 photo
     
     
  7. Siapkan teflon buat membakar daging (krna mw bkin stik 😁) berhub gagal jdlah daging dgoreng sama mentega sampai berubah warna / matang # tp g ke poto 😳😳 lalu sisihkan

     
     
     
  8. Sembari goreng daging saya buat kuah dwok yg lain. Tumis bombai dan bawang putih tambahkan air, masukan gula merah, garam, tiram, kecap, madu, sejuput basil, oregano, mix herb, bubuk paprika. Ketka sdh mendidih masukan daging dan sayur aduk sampai kira2 bumbu meresap di sayur,masukkan daun pre. Sisihkan sebagian dan taburi bawang putih goreng >>> ini untuk baby benz ku alias g pedes

    Selat Solo ber-Kuah Bistik (daging Iris) ala Benz recipe step 8 photo
     
     
  9. Lnjut buat panda bundonya saya tambahkan saos sambal dan lada hitam aduk dalam kuahnya lalu aduk bersama isianya.. hmmm jadi deeeeh... jgn lp taburi bawang putih goreng momies biar cedeeep.. 😋😋

    Selat Solo ber-Kuah Bistik (daging Iris) ala Benz recipe step 9 photo
     
     
  10. Notes : kalo kuah steak biasanya dkasih pengental ya momies dan semua bahan g dicemplungkan/ dmasukkan/ dcampur.. berhub saya keburu jd kuahnya g visco mkx semua bahan saya masukan. ðŸ˜...ðŸ˜...ðŸ˜...

     
     
     
  11. Saran : bumbu dan bahan terkesan ribet dan byk bgt yaa.. tp sbnernya g mom, baca dan resapi pelan2. Dan lbh baik bbrp bahan dsiapkan sblmnya seperti daging, potongan wortel, buncis, kupas bawang putih.

    sumber :https://cookpad.com/id/resep/5634349-selat-solo-ber-kuah-bistik-daging-iris-ala-benz

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Maluku

Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Pamali:
Ritual Ritual
Jawa Barat

Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...

avatar
Kianasarayu