Terowongan Casablanca terletak di bawah Jalan Kuningan, Jakarta Selatan, yakni di jalur Jatinegara menuju Sudirman, atau sebaliknya. Dulunya, menurut kabar, saat di lokasi itu belum dibangun jalan, tanah tersebut merupakan lahan untuk kuburan massal.
Kemudian, pemerintah memindahkan kuburan itu untuk dibangun jalan raya. Saat proses pemindahan, dikabarkan ada satu jenazah yang bentuknya masih utuh. Hal ini tentu jadi misteri. Meski demikian, banyak orang percaya penunggu yang ada di kuburan itu belum turut pindah. Mereka masih saja bercokol di lokasi itu.
Setelahnya, banyak kejadian-kejadian yang dianggap aneh kala jalan, bahkan terowongan, sudah berdiri. Memang jika kita melintas di terowongan itu, ada rasa ganjil. Terowongan terkesan sangat lembap. Lembapnya berbeda dengan suasana di terowongan lain. Mungkin saja rasa itu berasal dari sugesti-sugesti dari cerita yang beredar.
Baca Juga: Hati-hati, Bisa Jadi Kamu Mengalami 1 Dari 10 Prank Horor Ini!
metro.news.viva.co.idAda versi lain soal angkernya Terowongan Casablanca. Kabarnya, sekitar beberapa abad silam, ujar banyak sumber, ada gadis sangat cantik yang menjadi korban pemerkosaan. Dia dilecehkan secara seksual oleh sekelompok orang.
Pemuda-pemuda itu bergilir menyetubuhi di gadis hingga tewas. Gadis malang itu lantas diseret ke lokasi yang kini menjadi Terowongan Casablanca, dibuang dan dibiarkan begitu saja. Jadilah hingga kini muncul cerita mistis tentang hantu nenek yang menurut desas-desus merupakan perwujudan dari gadis yang diperkosa berabad-abad silam.
emosianisme.comCerita makin melebar dengan kasak-kusuk kemistisan yang muncul akibat adanya orang yang bunuh diri di lokasi kejadian. Menurut kabar burung, beberapa tahun lalu, ada seorang pria ditemukan tak bernyawa di lokasi yang kini dibangun terowongan kenamaan itu.
Tewasnya pria itu tentu tak biasa. Dia ditemukan meninggal lantaran terbelit tali-temali. Ternyata si pria tewas karena gantung diri. Dia mengakhiri nyawa tepat di depan pintu masuk terowongan.
merdeka.comAngkernya lokasi ini makin bertambah karena banyak kecelakaan terjadi. Mulai kecelakaan mobil hingga motor. Beberapa korban kecelakaan disebut-sebut tewas. Ada yang bilang, mereka—para korban kecelakaan—melihat makhluk-makhluk astral berseliweran. Akibatnya, mengganggu konsentrasi mengendarai motor atau mobil.
Sumber: https://www.idntimes.com/hype/fun-fact/francisca-christy/macam-macam-sejarah-angkernya-terwongan-casablanca-ini-bikin-bergidik-ngeri/full
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...
Rasa Sayange: Filsafat Kebersamaan dalam Senandung Anak-Anak Maluku Bagaimana mungkin sebuah lagu yang kerap dinyanyikan anak-anak sambil bertepuk tangan dan bersantai di pekarangan rumah bisa mengandung cetak biru lengkap tentang etika lingkungan dan tata krama bermasyarakat? Rasa Sayange , warisan lisan dari Kepulauan Maluku (Sumber 1, Sumber 2, Sumber 3), ternyata bukan sekadar lagu permainan tradisional dengan melodi ceria yang mudah dihafal. Di balik bait-baitnya yang singkat, tersimpan sistem pengetahuan tentang hubungan manusia dengan sesama dan alam—sebuah bukti bahwa pendidikan karakter di Nusantara tidak selalu memerlukan kelas formal, melainkan bisa tumbuh dari ruang-ruang bersantai yang penuh keakraban. Warisan Lisan dan Ritual Penyambutan Di Maluku, Rasa Sayange bukan lagu asing yang hanya muncul dalam buku teks pelajaran seni budaya. Lagu ini telah diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari ritus sosial seha...
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...
Rumah Panggung Bugis: Arsitektur Kosmologis dari Tanah Celebes Mengapa sebuah komunitas memilih mengangkat huniannya dari permukaan bumi yang subur, membangun kehidupan di atas kayu-kayu kokoh yang menjulang? Bagi suku Bugis di Sulawesi Selatan, jawaban atas pertanyaan ini tidak terletak pada pertimbangan fungsional semata—seperti perlindungan dari banjir atau serangan hewan—melainkan pada keyakinan mendalam tentang tatanan alam semesta dan struktur sosial manusia. Rumah panggung Bugis, dengan material kayu yang kokoh (Sumber 1), bukan sekadar arsitektur tradisional yang unik, melainkan perwujudan kosmogoni, strata sosial, dan falsafah hidup yang kompleks (Sumber 2). Kosmogoni Terwujud dalam Kayu Dalam tradisi arsitektur Bugis-Makassar, rumah panggung berfungsi sebagai mikrokosmos yang merefleksikan pandangan kosmologis masyarakat tentang tiga tingkat alam semesta. Konstruksi yang mengangkat lantai hunian dari tanah menggunakan tiang-tiang kayu yang solid (Sumber 1) menciptakan...
Pamali: Ketika Larangan Tak Tertulis Mengatur Kehidupan Mengapa sebagian masyarakat Indonesia yang telah mengenyam pendidikan modern dan hidup di tengah kemajuan teknologi masih enggan memotong kuku di malam hari, bersiul saat senja tiba, atau menanam pohon kelapa di depan rumah? Fenomena ini bukan sekadar sisa primitivisme yang tertinggal, melainkan manifestasi dari pamali —sistem norma yang secara mengejutkan masih eksis sebagai pengatur sosial yang efektif. Pada titik tertentu, pamali menghadirkan paradoks budaya yang menarik: ia adalah "hukum" tanpa tulisan, "polisi" tanpa seragam, namun memiliki kekuatan mengikat yang seringkali lebih efektif dari peraturan tertulis. Kearifan Ekologis dalam Selubung Larangan Di tataran praktis, pamali seringkali berfungsi sebagai mekanisme pelestarian alam yang diselimuti narasi mistis. Masyarakat Sunda, misalnya, mengenal berbagai bentuk pamali yang sejatinya merupakan bentuk adaptasi terhadap lingkungan dan ekosiste...