Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sulawesi Tengah Palu
Sayur Kelor Santan (Uta Kelo) Sambal Ikan Duo (Nike) Palu
- 8 Februari 2018

Photo

 

Bahan-bahan (sekeluarga)
Sayur kelor santan:
  • 3 ikat sayur kelor, petik daun yang muda
  • 2 buah terong ungu, potong
  • 6 buah pisang mentah/muda/yang masih keras, potong
  • 1/2 buah kelapa parut ukuran besar untuk santan
  • 300 ml santan kental
  • 1500 ml atau 1 1/2 liter santan encer
  • 4 buah bawang merah
  • segenggam cabe rawit hijau
  • secukupnya garam
  • secukupnya air
Sambel duo/nike:
  • 2 genggam ikan duo/nike
  • 4 buah tomat, iris
  • 4 buah bawang merah, iris
  • 2 buah bawang putih, ulek halus
  • segenggam cabe rawit, ulek halus
  • secukupnya garam
  • secukupnya minyak goreng
  • secukupnya air dingin/air es
Langkah (1 jam)
  1. Setelah daun kelor muda dipetik, cuci bersih. Terong ungu dicuci & dipotong, bawang merah di iris dan cabe rawit hijau di ulek sampai halus. Tiriskan semua pada tempat yg berbeda
  2. Masukkan santan encer dan pisang yang telah dipotong. Tunggu sampai pisang matang dan lembek. Lalu masukkan terong ungu, tunggu lagi sampai matang. Masukkan bumbu yaitu bawang merah, cabe rawit ijo, setelah dicampur masukkan daun kelor. Aduk sebentar tunggu sampai matang. Masukkan santan (jangan terlalu diaduk) dan berikan garam secukupnya. Lalu tunggu sampai mendidih. Setelah rasa pas sesuai keinginan Anda, matikan kompor
  3. Letakkan pada piring. Sayur kelor santan khas palu siap disantap!
  4. Rendam ikan duo/nike dalam air dingin selama kurang lebih 10 menit. Siapkan bumbu, iris tomat dan bawang merah. Lalu ulek cabe rawit dan bawang putih sampai halus. Tiriskan. Panaskan minyak goreng, lalu masukkan bawang merah sampai harum. Tambahkan tomat lalu bumbu ulekan. Oseng sampai matang dan harum. Masukkan ikan duo/nike. Tambahkan garam sesuai keinginan Anda. Tumis sampai matang. Matikan kompor.
  5. Letakkan pada piring. Sambel duo/nike pun telah siap! (Semakin pedis & pedas sambel ikan duo/nike, maka semakin lezat rasanya hihi)
  6. Disantap pakai nasi jagung makin lengkap dan sedaaap! Narasa!
  7. Penampakan ikan duo/duwo/nike. Kalau Ibu sih lebih suka ikan duo yang putih halus, rasanya lebih enak (katanya)
  8. Ini penampakan dari beras jagung. Kalau di Palu apalagi Suku Kaili salah satu makanan pokok itu adalah ini, si beras jagung. Beras jagung ini baik di konsumsi untuk penderita diabetes, karena kandungan gula atau glukosa dari beras jagung ini tak sebanyak beras putih. Kalau saya sih mencampur beras putih dan beras jagung, lalu ditanak pakai ricecooker atau menanak pakai dandang.

 

RM yang menyediakan:
Rumah Makan Darisa (Restaurant & Catering Service)
Jl Setiabudi No. 999 Kota Palu Sulawesi Tengah
0852-1119-1394, 0853-9910-9255, 0823-9373-1652
 

Sumberhttps://cookpad.com/id/resep/2454527-sayur-kelor-santanuta-kelo-dan-sambel-ikan-duonike-khas-palu

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker