Pesisir Selatan di Sumatera Barat memang terkenal dengan potensi pantainya yang memanjang sejauh 234 km. Dari potensi itu jugalah kemudian muncul salah satu kuliner khas negeri ini, Sate Lokan. Dengan kuah merah kecoklatan yang cukup pedas, Anda akan menikmati cita rasa berbeda dari sate padang.
![[Image: 128936699219668442_300x184.125.jpg]](http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2010/11/128936699219668442_300x184.125.jpg)
Sate Lokan
Jika di Medan ada sate kerang, maka di Padang ada sate lokan. Kedua binatang laut ini dari jenis yang sama, yakni kerang-kerang atau famili cardiidae.
Bedanya, ukuran lokan jauh lebih besar dari kerang, sehingga dagingnya pun lebih tebal. Lokan termasuk bangsa kerang hijau (kupang awung)
bercangkang hitam yang memang dapat dimakan, sama seperti kerang.
Selain itu, yang membedakan sate lokan dengan sate kerang adalah cara penyajiannya. Di Sumatera Barat, biasanya sate lokan disantap dengan
kuah sate khas Padang bersama beberapa potongan ketupat. Sate lokan memang unik, karena tidak banyak dijual di luar Padang, sehingga jarang
ditemukan.
Biasanya, sate padang lebih banyak dinikmati dengan potongan daging ayam atau daging kambing. Maka dengan mencicipi sate lokan Anda akan menikmati
cita rasa yang berbeda dari salah satu kuliner khas orang Minang ini.
Salah satu daerah yang terkenal dengan sate lokan adalah Kabupaten Pesisir Selatan. Daerah yang berada di sepanjang pantai Samudera Hindia,
memanjang dari perbatasan dengan Kota Padang hingga ke perbatasan dengan Bengkulu ini memang terkenal sebagai pemasok lokan terbanyak di Sumbar.
Tidak aneh memang, karena daerah ini memang memiliki wilayah dengan pantai terpanjang di Sumbar, yakni 234 km.
Khas Daerah Pesisir
Jika Anda punya kesempatan berkunjung ke Pesisir Selatan, maka singgahlah ke daerah Ampiang Parak, Kecamatan Sutera. Di daerah yang berada di
perbatasan dengan Kecamatan Lengayang tersebut banyak berdiri warung-warung yang khusus menjual sate lokan. Ada sekitar tiga warung
sate lokan yang bisa menjamu Anda untuk berwisata kuliner khas daerah pesisir ini.
![[Image: 12893673641832131710_300x226.13065326633.jpg]](http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2010/11/12893673641832131710_300x226.13065326633.jpg)
Sate Lokan Ampiang Parak
Lokan ini biasanya hidup pada kedalaman lebih kurang 16 meter di bawah permukaan laut. Hebatnya, para penyelam yang mengambil lokan di
kedalaman laut itu biasanya menyelam tanpa menggunakan alat bantu sama sekali.
Sebenarnya, selain diolah menjadi sate lokan, binatang ini juga banyak dijadikan rendang oleh masyarakat pesisir. Namanya sudah pasti rendang lokan.
Rasanya hamper sama seperti rendang daging yang memang merupakan kuliner khas Minang. Bedanya, daging diganti dengan lokan. Bisanya, rendang
lokan ini dicampur dengan sayur paku.
Di Pinggir Pantai
Selain keunikan rasa dari sate lokan, ada hal lain yang akan semakin membuat Anda penasaran untuk segera berkunjung ke negeri penghasil lokan ini. Di
Ampiang Parak, Anda dapat menikmati sate lokan sembari menghirup angin laut dari Samudera Hinda. Karena, warung sate lokan di daerah ini memang
berdiri tepat di pinggir pantai, tidak jauh dari Pantai Pasir Putih yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Lengayang.
![[Image: 128936767150840970_300x225.jpg]](http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2010/11/128936767150840970_300x225.jpg)
Menikmati sate lokan di pinggir pantai Surantih.
Cara Membuat sate Lokan adalah sebagai berikut"
Bahan-bahan
Langkah
sumber:
https://cookpad.com/id/resep/763999-sate-lokan
http://www.minangforum.com/Thread-Sate-Lokan-Sate-Padang-Khas-Pesisir-Selatan
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...