Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Selatan Banjarmasin
Sate Kambing Bumbu Santan
- 7 Februari 2018

Anda yang di pulau Jawa mungkin jarang mendengar Sate Kambing Bumbu Santan, karena sate ini memang asalnya dari Banjarmasin dan Jarang kita temukan di Pulau Jawa. Sejak dulu, Resep Sate Kambing Bumbu Santan Khas Banjarmasin ini menjadi sangat istimewa karena diolah menggunakan santan dan kelapa sangrai. Saat dinikmati, citarasanya sangat selaras dengan kenikmatan makanan pendampingnya, yaitu Ketupat Banjar atau Ketupat Kandangan yang juga dibuat dengan bahan santan.

RESEP MASAKAN SATE KAMBING BUMBU SANTAN
RESEP MASAKAN SATE KAMBING BUMBU SANTAN
RESEP MASAKAN SATE KAMBING BUMBU SANTAN
RESEP MASAKAN SATE KAMBING BUMBU SANTAN
RESEP MASAKAN SATE KAMBING BUMBU SANTAN
RESEP MASAKAN SATE KAMBING BUMBU SANTAN
RESEP MASAKAN SATE KAMBING BUMBU SANTAN
RESEP MASAKAN SATE KAMBING BUMBU SANTAN
RESEP MASAKAN SATE KAMBING BUMBU SANTAN

 

Bahan-bahan yang di siapkan

  • 500 gram daging kambing dan lemaknya, potong-potong
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt bubuk lada putih bubuk
  • 2 mata asam jawa, larutkan dengan 2 sdm air
  • 3 sdm minyak goreng untuk menumis
  • Tusuk sate
  • Kecap Manis untuk bumbu saat membakar

Bumbu yang di Haluskan

  • 7 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 sdt lada putih bubuk putih
  • 1 sdt ketumbar
  • 1/4 sdt jintan
  • 1 sdt garam
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 sdt gula pasir
  • 3 sdm kepala parut sangrai, haluskan
  • 400 ml santan

Bumbu Kecap

  • Kecap Manis
  • Cabe merah, potong tipis
  • 4 siung bawang merah, potong 4
  • Cabe rawit hijau, potong tipis
  • Jahe parut
  • Jeruk limau

Cara membuat sate kambing bumbu santan

  1. Remas-remas daging kambing dengan garam, lada putih bubuk dan larutan asam jawa. Diamkan selama 20 menit.
  2. Tumis bumbu halus bersama serai sampai harum dan matang.
  3. Masukkan daging kambing, aduk sampai berair.
  4. Tambahkan santan, kelapa parut sangrai dan gula pasir.
  5. Masak sampai daging empuk dan santan kental. Angkat.
  6. Tusuk selang-seling daging dan lemak (setusuk 5 potong daging kambing/lemak)
  7. Bakar sate kambing diolesi Kecap Manis dan santan kental.

 

Sumber : http://resepmasakanpedia.com/resep-sate-kambing-bumbu-santan-khas-banjarmasin/

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah