Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Timur Ponorogo
Sate Ayam Ponorogo
- 20 Desember 2015

sate ponorogo

 

Sesuai namanya Sate Ayam Ponorogo berasal dari Ponorogo yaitu sebuah kota kecil yang berada di Jawa Timur. Yup tempat dimana terkenal sebuah kesenian yaitu Reog. Meski tidak sepopuler sate Madura, sate ayam Ponorogo pun tak kalah enaknya dan mulai mendapat tempat di lidah para pecinta kuliner nusantara.

Menurut om wikipedia, Sate ayam Ponorogo adalah jenis sate yang berasal dari kota Ponorogo, Jawa Timur. Daging ayamnya sendiri sangat empuk dan bumbunya meresap. Sate Ponorogo berbeda daripada Sate Madura yang populer. Perbedaannya adalah pada cara memotong dagingnya. Dagingnya tidak dipotong menyerupai dadu seperti sate ayam pada umumnya, melainkan disayat tipis panjang menyerupai fillet, sehingga selain lebih empuk, gajih atau lemak pada dagingnya pun bisa disisihkan. Sate daging ayam dapat disajikan bersama dengan sate usus, kulit, dan telur ayam muda. Perbedaan berikutnya adalah sate Ponorogo melalui proses perendaman bumbu (di"bacem") agar bumbu meresap ke dalam daging. Sate daging, usus, dan kulit dibumbui dengan bumbu kecap dan minyak sayur.

Setelah bumbunya merata, sate dipanggang di atas pemanggang sate selama kurang lebih 3-5 menit. Alat pemanggang sate Ponorogo terbuat dari tungku (panggangan) yang terbuat dari tanah liat. Panggangan ini memiliki lubang di satu sisi untuk mengipas bara arang didalamnya. Setelah berwarna kecoklatan, semua sate diletakkan di atas piring untuk dibumbui lagi dengan Bumbu Spesial. Setelah matang, sate dilumuri dengan bumbu kacang yang ditumbuk halus.
 

Sate Ayam Ponorogo

 

Berikut adalah Resep, Bahan dan Bumbu serta Cara membuat Sate Ayam Ponorogo yang lezat itu,

 

 

Bahan dan Bumbu :

 

 

 

  • Daging ayam 500 gram, dipotong pipih memanjang
  • Kacang tanah 150 gram yang telah dipanggang dan dihaluskan
  • Bawang putih 5 siung
  • Bawang merah 5 siung
  • Ketumbar 1 sdt
  • Garam 1 sdt
  • Serai satu batang yang telah dimemarkan
  • Minyak goreng 25 ml
  • Air matang 200 ml
  • Kunyit secukupnya
  • Kecap manis
  • Lontong
  • Gula merah
  • Tusuk sate
  • Bawang goreng

 

 

 

Cara Memasak Sate Ayam Ponorogo

 

 

  1. Langkah pertama, menghaluskan kunyit, bawang merah, bawang putih, dan ketumbar hingga halus dan lembut. Usahakan semua bahan tercampur rata saat dihaluskan, kemudian bumbu ini disisihkan. Panaskan minyak di atas wajan dan tumislah bumbu yang telah dihaluskan tadi. Sambil diaduk, tambahkan jahe, garam dan kacang yang telah dihaluskan tadi. Yang terakhir adalah menambahkan air dan semua bahan dimasak hingga matang.
  2. Setelah bumbu matang, bumbu disisihkan terlebih dahaulu sembari memasak daging ayam selama 10 menit.
  3. Daging yang sudah dimasak kemudian didiamkan hingga dingin, lalu ditusuk-tusuk dengan tusuk sate. Setelah itu, barulah daging ayam yang ditusuk-tusuk itu dibakar di atas bara api yang menggunakan arang. Disela-sela membakar sate, sesekali sate dicelupkan pada air yang dicampur dengan gula merah, kecap dan sedikit garam dan bawang merah goreng. Jangan lupa membolak balik sate ayam agar tidak gosong.

 

 

Cara Penyajian

 

 

Siapkan piring yang di atasnya telah diberi beberapa potongan lontong. Taruhlah sate di atas lontong dan bubuhi dengan bumbu yang sudah dibuat secukupnya. Untuk menambah rasa gurih, berilah kecap sedikit di atas hidangan tersebut. Bahan-bahan di atas cukup membuat sate untuk 6 porsi.

 

 

Keistimewaan Sate Ayam Ponorogo

 

 

Sate ayam ponorogo dipotong pipih dan dimasak dahulu sebelum dibakar, sehingga dagingnya matang hingga ke bagian dalam. Selain itu, bumbu untuk membakar berbeda dengan bumbu sambalnya. Hal ini membuat cita rasa sate ayam ponorogo lebih mantap di lidah. Sate ayam ponorogo juga tidak banyak mengandung minyak karena sambalnya terbuat dari kacang tanah yang dipanggang.

 

 
Itulah  Resep dan Bumbu Sate Ayam Ponorogo yang Lezat yang dapat kami sajikan pada kesempatan kali ini. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Jika anda masih penasaran bagaimana rasa sate ayam Ponorogo asli, silahkan berkunjung ke Ponorogo karena Sate ini banyak dijual di pinggir jalan pada warung lesehan di Ponorogo, dan tak jarang pula menu ini banyak dijumpai pada pesta pernikahan.
 
 
RM/Toko yang Menyediakan:
 
Sate Ayam Ponorogo H. Tukri Sobikun
Rumah Makan Barbecue
Alamat: Jalan Lawu, Gang Sate No. 43 K, Nologaten, Ponorogo, Nologaten, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63411
Telepon: 0812-1672-1661
 
 
Sumber : http://resepmasakpedia.blogspot.co.id/2014/05/resep-dan-bumbu-sate-ayam-ponorogo-yang.html

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker