Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Blora
Sate Ayam Blora
- 6 Februari 2018

Photo

Bahan-bahan

 
                bahan SATE:
  1. 400 gr daging ayam bagian dada, potong dadu
  2. 10 buah tusuk sate kulit bambu
    bumbu rendaman:
  3. 1/2 sdt ketumbar, haluskan
  4. 1/2 sdt jinten, haluskan
  5. 2 siung bawang putih, haluskan
  6. 1/4 sdt garam
  7. 1/4 sdt gula pasir
  8. 1 sdm kecap manis
    pelengkap:
  9. 1 porsi bumbu kacang
  10. 1 porsi kuah kuning
  11. 1 sdm kecap manis
  12. 1 sdm bawang goreng
     
    bahan BUMBU KACANG:
     
  13. 2 kg kacang tanah
  14. 1500 cc santan encer
  15. 3 sdm minyak goreng
    bumbu:
  16. 7 siung bawang putih, haluskan
  17. 13 siung bawang merah, haluskan
  18. 500 gr cabe merah keriting, haluskan
  19. 7 btr kemiri, haluskan
  20. 5 cm kencur, hancurkan
  21. 5 cm lengkuas, memarkan
  22. 10 lbr daun jeruk purut
     
    bahan KUAH KUNING:
     
  23. 1 ltr santan kental
  24. 3 ltr kaldu ayam
  25. 3 sdm minyak goreng
  26. bumbu:
  27. 6 siung bawang putih, haluskan
  28. 11 siung bawang merah, haluskan
  29. 500 gr cabe merah keriting, haluskan
  30. 17 btr kemiri, haluskan
  31. 10 cm kencur, haluskan
  32. 10 cm kunyit, haluskan
  33. 5 cm lengkuas, memarkan
  34. 10 lbr daun jeruk purut
    bahan isi:
  35. Tauge, rendam dengan air panas lalu tiriskan
  36. Irisan daun kucai
  37. Bawang goreng

Langkah

  1. CARA MEMBUAT SATE
     
    1. Bersihkan daging ayam lalu potong dadu.
    2. Siapkan wadah, campur semua bahan bumbu rendaman, aduk rata. 
    3. masukkan potongan daging, diamkan selama +/- 2 menit, angkat lalu tusuk.
    4. Siapkan alat bakar
    5. Siapkan wadah, tempatkan bumbu olesan (bumbu kacang + kecap), oleskan sate ke bumbu hingga rata dan bakar dan kemudian oleskan bumbu lagi lalu bakar. 2-3 x olesan 

    Sajikan , beri bumbu kacang, kecap manis dan taburan bawang goreng. Bersama nasi putih dan kuah kuning.

  2. CARA MEMBUAT BUMBU KACANG: 

    ~ Siapkan wajan. Panaskan minyak, tumis bumbu yang telah dihaluskan bersama lengkuas dan daun jeruk hingga matang dan harum. 
    ~ Masukkan santan, aduk rata hingga santan mendidih. 
    ~ masukkan kacang tanah yang telah dihaluskan, masak selama 2 jam dengan pembagian yaitu menggunakan api kecil selama 1 1/2 jam hingga mengeluarkan minyak berwarna kuning kemerahan yang mengenang diatas bumbu kacang. Ambil minyak tersebut dan tempatkan dalam wadah. Angkat, sisihkan. Sajikan siram dengan 1 sdm minyaknya.

  3.  

    CARA MEMBUAT KUAH KUNING: 
    ~ Siapkan wajan, panaskan minyak, tumis bumbu yang telah dihaluskan bersama lengkuas dan daun jeruk hingga matang dan harum. 
    ~ Masukkan air kaldu, rebus hingga mendidih. 
    ~ Masukka santan, aduk rata hingga mendidih angkat. 
    Siapkan mangkuk hidang, masukkan tauge lalu siram dengan kuah kuning taburi irisan daun kucai dan bawang goreng. Sajikan sebagai pendamping sate.

Sumber: https://cookpad.com/id/resep/666317-sate-ayam-blora-lengkap

 

Tempat yang Menyediakan:
 
Sate Blora Cirebon
Address: Jl. Balai Pustaka Baru No.3, RT.4/RW.15, Rawamangun, Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Phone: (021) 47862720
Reservations: qraved.com
 
Sate Ayam Blora Subekti
Address: Jl. Raya Klp. Gading Permai, RT.14/RW.2, East Kelapa Gading, Kelapa Gading, North Jakarta City, Jakarta 14240
Phone: (021) 45847011

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker