Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Kebumen
Sate Ambal, Kuliner Khas Kebumen yang Menggiurkan

Bagi para penggemar sate pasti sudah tidak asing lagi dengan Sate Ambal khas Desa Ambalresmi, daerah pesisir Kabupaten Kebumen. Sate Ambal merupakan sate ayam dengan bahan dasar bumbu yang terbuat dari tempe yang sudah dikukus dan dihaluskan. Bumbu pada Sate Ambal biasanya lebih encer dengan warna kuning kecokelatan. Selain itu, dalam pengolahannya, daging ayam sudah dimasak bersama bumbu terlebih dahulu sehingga rasa sate ini menjadi semakin gurih dan memiliki tekstur yang lembut sebelum dibakar. Cita rasa manis-pedas-gurih dengan aroma keharuman rempah yang menggugah selera dengan rasa dan aroma tempenya nyaris yang tidak terasa lagi..

Saat ini Sate Ambal sudah banyak ditemukan di Purwokerto, Cilacap, dan Yogyakarta bahkan banyak disajikan dalam acara-acara jamuan resmi.

 

Resep Membuat Sate Ambal

Bahan :

  • 500 gr daging ayam yang masih segar
  • 3 sendok makan minyak goreng
  • kecap manis secukupnya
  • tusuk sate secukupnya

Bumbu yang dihaluskan :

  • 1 cm jahe
  • 3 butir kemiri sangrai
  • 3 siung bawang putih
  • 5 butir bawang merah
  • 1 sendok teh ketumbar bubuk
  • 1/4 sendok teh jintan
  • garam secukupnya
  • gula merah secukupnya ( disisir halus )
  • penyedap rasa secukupnya

Bahan Saus :

  • 250 gr tempe ( dikukus lalu dihaluskan )
  • 5 butir bawang merah ( haluskan )
  • 3 siung bawang putih ( haluskan )
  • 3 buah cabe merah ( haluskan )
  • air secukupnya
  • garam secukupnya
  • gula merah secukupnya
  • penyedap rasa secukupnya

Cara membuat:

  1. potong-potong daging ayam sesuai selera lalu lumuri dengan bumbu yang dihaluskan, aduk rata dan diamkan sela 20 menit
  2. tusukkan daging ayam dengan tusuk sate lalu bakar diatas bara sampai matang sambil dibolak balik
  3. campurkan semua bahan saus dalam satu wadah, aduk sampai tercampur rata
  4. masak saus diatas api sedang lalu tambahkan air secukupnya (jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak)
  5. diamkan sampai matang sambil sedikit diaduk
  6. sajikan sate diatas piring saji dan beri saus tempe disampingnya

Pada saat proses penyajian, saus juga bisa langsung disiramkan diatas sate yang sudah matang atau dipisah dengan mangkuk lalu letakkan disampingnya.

Bagaimana, tertarik mencoba?

 

#OSKMITB2018

 

sumber resep:

https://resepmakansedap.info/resep-membuat-sate-ambal-khas-kebumen/

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah