Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
Sapat Baubar
- 1 Oktober 2017

Sapat baubar merupakan hidangan khas Kalimantan Selatan yang menggunakan ikan asin sepat sebagai bahan utamanya. Ikan sapat tersebut kemudian dibakar atau istilah orang Banjarnya baubar, bersama bumbu-bumbu dan rempah yang khas. Rasanya sangat nikmat dan sedap. Makanan ini juga sering dihidangkan untuk menu santap siang keluarga di sana.

Apabila Anda ingin mencicipinya, silahkan mampir ke warung-warung atau rumah makan yang menjual makanan tersebut di Banjarmasin. Mudah sekali, kok menemukannya! Anda pasti tidak akan kecewa dengan rasa yang dihadirkannya. Apalagi masyarakat Banjar mengolah hidangan tersebut dengan resep sapat baubar khas Kalimantan Selatan yang kekhasan rasanya sudah tidak bisa diragukan lagi.

 
 

Ingin membuatnya di rumah? Sediakan bahan-bahan berikut ini :


Bahan:

 

2 ekor ikan asin sepat

8 buah bawang merah

6 buah cabai rawit

75 ml air mendidih

2 buah jeruk limau, dibelah dan dibuang bijinya

2 siung bawang putih

2 buah cabai merah

1 sendok makan gula pasir

1 batang serai muda, diiris halus

¼ sendok teh garam


Cara Membuat:

1.    Kalau Anda sudah menyiapkan semua bahan dan bumbu yang diperlukan, silahkan mencuci ikan sepat sampai bersih

2.    Lalu rendam ikan asin sepat tersebut dengan larutan garams elama kurang lebih setengah jam. Angkat lalu cuci sampai bersih kembali

3.    Panaskan minyak secukupnya untuk menggoreng ikan asin sepat yang telah dicuci sampai matang dan kering. Tiriskan lalu sisihkan dulu

4.    Kemudian bakar bawang putih bersama bawang merah, cabai rawit dan cabai merah sampai layu serta harum

5.    Setelah itu, tumbuk kasar dan letakkan di dalam mangkuk. Masukkan garam, serai dan gula pasir lalu tuangi dengan air mendidih secukupnya. Aduk sampai rata

6.    Siapkan ikan asin sepat goreng di piring saji lalu siram dengan bumbu tersebut dan perasan air jeruk limau di atasnya

7.    Hidangan sapat baubar siap dinikmati


Resep sapat baubar khas Kalimantan Selatan di atas akan menghasilkan 4 porsi hidangan yang bisa Anda santap bersama keluarga. Sedikit tips, bila Anda ingin mengurangi rasa asin pada ikan sepat, bungkus saja menggunakan kertas yang sudah dilembabkan dengan air cucian beras. Pasti setelah itu, Anda tidak ada masalah dengan ikan dan hasil olahannya

Sumber :

http://recipesmasakanindonesia.blogspot.co.id/2016/02/resep-membuat-sapat-baubar-khas.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker