Santap Kuliner Barat, Jangan Lupa Kuliner Daerah
Kuliner, ya. Berbicara tentang kuliner memang sungguh menggugah selera. Apalagi kuliner yang sedang hits pada masa nya. Kerap kita pergi ke restoran yang menyajikan makanan “Western” ditambah lagi dengan rasa ingin tau tentang kuliner luar. Kalau sesekali sih, bukan lah menjadi masalah. Yang menjadi masalah itu, ketika kita jadi lebih menyukai kuliner luar dan tak pernah lagi menikmati kuliner daerah khusus nya. Banyak saat ini kuliner-kuliner daerah yang sudah mulai tergeser . Namun, tidak sedikit pula orang yang melestarikan kuliner Indonesia. Seperti halnya “Na Niarsik” salah satu makanan khas Batak yang masih banyak belum diketahui, apalagi kaula muda zaman sekarang, pasti sudah jarang mendengar nya. Apalagi menikmatinya.
Tau gak sih ? Kalau makanan khas Batak kerap sekali diberi nama berdasarkan cara pembuatan nya. Seperti Na Niarsik. Na Niarik berarti di-marsik-kan dalam kata lain “dikeringkan”. Na niarsik sendiri adalah ikan mas yang dimasak terus menerus hingga kuahnya kering dan bumbu-bumbu menyerap semua ke ikannya. Untuk perlu diketahui, jika memasak ikan ini dengan bumbu yang benar-benar pas. Pada umumnya bisa sampe 2 hari bertahan untuk dimakan. Keunikan dari Na Niarsik ini adalah dari bumbu nya yang jarang ditemui yaitu Andaliman dan Asam Cikala. Yang hanya ditemui di pegunungan Toba. Hal ini lah yang membuat cita rasa ikan semakin terasa khas dan istimewa.
Na Niarsik ini biasnaya disajikan pada upacara adat batak tertentu. Dan dalam penyajian nya pun ada tata cara khusus yang dilakukan, agar tidak menghilangkan nilai dan tujuan Na Niarsik itu disuguhkan. Bukan berarti Na Niarsik tidak dapat dimakan sehari-hari. Ikan ini dapat kita nikmati kapan saja tanpa harus menunggu upacara adat. Tapi makna nya pasti akan berbeda bukan ?
Masakan Na Niarsik ini cukup populer di daerah Sumatera Utara, terkhususnya di daerah Tapanuli Utara dan Toba Samosir. Bahkan kalau kita jalan-jalan sekitaran Danau Toba. Kita bakalan sering disuguhkan dengan ikan makanan khas ini. Kalau masalah harga dan rasa jangan diragukan lagi, pastinya dapat dijangkau oleh kaula muda seperti kita ini.
Nah, bagi kamu kamu yang berkunjung ke Sumatera Utara khusunya daerah sekitaran Danau Toba. Tentu kurang lengkap rasanya jika belum merasakan nikmatnya kuliner khas Batak yang satu ini. Jadi, jangan sampai ketinggalan yah, buruan dicoba, pasti ketagihan deh. Heheheh. Terimakasih. :)
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...